Hidupkan Lagi Jaga Baya (Polisi Desa)

Dekan Fakultas Hukum Univeristas Pancasila, Prof Dr Ade Saftomo SH, M.Si memberikan paparan tentang jaga baya di lokakarya revitalisasi jagabaya (polisi desa) sebagai fungsi deteksi dini konflik sosial

KARANGANYAR – 07 Mei 2018

Untuk mendeteksi dini dan mencegah konflik sosial di masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, Universitas Pancasila, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantipres) dan BIN bakal mengidupkan lagi jaga baya atau polisi desa. Pasalnya kemajuan tehnologi informasi sudah sedemikian kompleks dan revolusi industri membuat potensi ancaman pengeroposan NKRI terbuka lebar. Apalagi saat ini, interaksi antar

Wantipres, Letjen Purn Yusuf Kartanegara mendukung positif langkah untuk menghidupkan jaga baya

masyarakat sudah berkurang.

“Mereka biasanya bertemu secara tatap muka di warung atau pos ronda. Namun akhir-akhir ini aksi sosial tersebut tergantikan oleh kemajuan tehnologi berupa televisi.  Sehingga pengeroposan NKRI sudah didepan mata,” papar Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Prof Ade Saftono SH, M.Si di sela-sela lokakarya Revitalisasi Jagabaya (Polisi Desa) sebagai fungsi deteksi dini konflik sosial di Pondopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (07/05).

Dia menambahkan konsep deteksi dini terhadap konflik sosial memang lebih pas berasal dari masyarakat. Klau di jawa ini ada jaga baya, di Bali ada pencalang dan daerah-daerah lain dengan nama yang lain. Meskipun sudah ada babinsa (TNI) dan babinkantibmas (polisi) , di lingkungan masyarakat namun terhenti di kecamatan.   Meskipun ada unsur-unsur dari polisi dan TNI yang bergerak ke bawah, namun perlu adanya jaga baya. Buktinya saat ini sudah ada intoleransi, berita hoax dan terorisme. “Secara mudah kami menyebutnya polisi desa. Meski sudah ada babinsa dan babinkantibmas namun saling melengkapi. Sehingga potensi gangguan keamaan dengan cepat dapat terdeteksi,” imbuhnya.

Jika program dari Pemkab Karanganyar ini sukses maka konsep ini akan dikirimkan ke daerah-daerah konflik. Mereka juga bisa mengadakan jaya baya di masing-masing tempat sehingga dengan cepat mendeteksi potensi gangguan keamaan.

Sementara anggota Wantipres, Letjen Purn Yusuf Kartanegara menambahkan akhir-akhir ini memang akan berlangsung pesta demokrasi. Di tahun poilitk tersebut potensi gangguan keamaan akan muncul. Karanganyar mempunyai konsep jaga baya yang bagus untuk antisipasi dari ancaman gangguan keamaan. “Dengan hadirnya jaga baya akan bisa memberikan informasi secepat mungkin kepada pengambil kebijakan sehingga bisa direndam potensi gangguan tersebut. Konflik sosial akan dengan baik terdeteksi,” tambah Yusuf Kartanegara.

Dia menambahkan hadirnya jaga baya ini bisa membantu babinsa dan babinkantimbas. Tujuannya jelas untuk meredam potensi gangguan keamanan yang muncul. Menurut Karanganyar memang mempunyai konsep bagus dan jelas untuk membantu pertahanan dan keamaaan. (hr/yg/&i)