Warga Sekitar Bantaran Rel Kereta Api Palur Terima Santunan

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Yuwono Wiarco memberikan pengaraahan terkait pemberian santunan kepada warga terdampak Proyek Strategis Nasional di Balai Desa Dagen, Jaten, Karanganyar

KARANGANYAR – 20 April 2018

Puluhan warga sekitar bantaran rel kereta api Palur, Jaten, Karanganyar menerima santunan dari tim terpadu Penyediaan Tanah Untuk Pembangunan Proyek  Strategis Nasional (PSN) jalur ganda Kereta Api. Santunan itu diberikan setelah Perpres No 56 tahun 2017 tentang Penangan Dampak Sosial mengatur tentang warga yang terkena PSN. Yakni biaya mobilisasi, sewa rumah, biaya bongkar dan potensi kehilangan pendapatan.

“Kita tidak semena-mena melakukan penggusuran. Namun berdasar Perpres No 56 tahun 2017  ada empat komponen yang dinilai yakni biaya mobilisasi, sewa rumah, biaya bongkar dan potensi kehilangan pendapatan kemudian diakumulasi oleh tim apresial dan besarnya biaya santunan bervariasi,” papar Kepala Bidang Pertanahaan Dinas Perumahaan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Provinsi Jawa Tengah, Endro Hudiyono.

Dia menambahkan santunan kepada warga tersebut diberikan dalam rangka pembangunan jalur ganda Solo Balapan –

Salah satu warga Penerima santunan dari Tim Terpadu penyediaan tanah PSN

Kedungbanteng dan Solo Balapan – Bandara Adi Soemarmo. Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi, indentifikasi lapangan, validasi dan diputuskan oleh tim apprasial. Kemudian, setelah ditetapkan dan diputuskan oleh Gubernur Jawa Tengah. “Mereka sudah legowo sebab tanah yang mereka tempati itu milik kereta api. Nyatanya semua warga bisa menerima santunan tersebut,” imbuhnya.

Lebih jauh, Endro mengatakan setelah menerima santunan paling lambat 7 hari untuk melakukan pengosongan rumah. Klau nanti tidak dikosongkan, maka dari Kereta Api yang akan menertibkan. “Klau masih ada kayu atau genteng yang bisa dimanfaatkan maka diberikan kesempatan untuk membongkar. Namun jika tim yang membongkar dengan menggunakan alat berat maka akan rusak,” imbuhnya.

Sementara Kepala Balai Teknik Perkeretapian Kelas 1 wilayah Jawa Bagian Tengah, Yuwono Wiarco mengatakan ada total 880 bidang untuk PSN jalur Ganda dan Jalur Solo Balapan-bandara. Untuk Karanganyar hanya ada 94 bidang tanah. Pihaknya berharap warga m

Santunan langsung masuk rekening di Bank

asih akan tetap melakukan pembongkaran sendiri. Sebab masih ada beberapa hal untuk bisa dimanfaatkan. “Untuk besar ganti rugi bervariasi dan hal itu telah dinilai oleh Tim Apprasial,” imbuh Yuwono.

Salah satu penerima, Wartini Asih mengaku legowo dengan pemberian santunan tersebut. Pihaknya mempunyai tanah seluas 54 meter dan mendapatkan ganti rugi Rp 25.992.000. Meski berat karena sudah 14 tahun tinggal bersama Suami dan Anaknya namun Wartini hanya bisa pasrah. “Saya tahu tanah ini milik PT KAI, hanya saja untuk mencari rumah saat ini juga sulit karena semua serba mahal,” tambah Asih. (hr/Adt)