Lobi Intensif Untuk Rest Area Di Wilayah Karanganyar

Kepala Jasa Marga Colomadu-Ngawi, David memberikan keterangan kesiapan jalan tol

KARANGANYAR – 19 April 2018

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar intensif meminta pemerintah pusat untuk membuat rest area di jalan tol Colomadu-Ngawi. Rest area  yang diinginkan Pemkab Karanganyar untuk memberikan lahan bagi UMKM berjualan dan memasarkan produk kebanggan bumi intanpari. Lebih khusus lagi, rest area tersebut berada di wilayah Karanganyar.

“Atas arahan bapak sekda, kami segera lobi dan merintis untuk dibukakan rest area di wilayah Karanganyar. 30 persen dari rest area itu akan dipergunakan untuk UMKM,” papar Kepala Dinas Perhubungan, Perumahaan dan Kawasan Pemukimaan, Sundoro Minggu (15/4)

Menurut Sundoro, Kementrian Pekerjaan Umum sudah memasang rest area di wilayah Sragen tepatnya di Masaran. Namun demikian, wilayah tersebut apakah diisi UMKM dari Karanganyar atau UMKM dari Sragen. Sebab Masaran merupakan wilayah Sragen. “Kami terus gencar meminta rest area dan kami akan mengajukan ke Jasa Marga. Kami akan datang bersama Disdagnakertrans untuk lobi wilayah kalau bisa di Karanganyar” imbuhnya.

Sementara Direktur Jasa Marga Solo-Ngawi (JSN), David Wijayanto mengatakan kewenangan rest area ada pada Kementrian Pekerjaan Umum. Sebab disana sudah diatur setplan untuk rest area. Termasuk jarak antara rest area yakni 20 KM untuk tipe kecil dan 50 KM untuk tipe besar. “Untuk saat ini rencannya di Masaran rest areannya. Klau Karanganyar kemungkinan Kebakkramat tapi terlalu dekat dengan Masaran. Namun itu terserah dari Kementrian PU,” tambahnya.

Dia menambahkan jalan tol Solo-Ngawi yang berjarak 90 Km saat ini sudah 95 persen. Lebaran yang akan datang bisa dilalui jika sudah ada tahap layak uji. Saat ini, pihaknya bersama kepolisian dan perhubungan melakukan layak jalan. Diantaranya layak jalan itu adalah pengecekan jalan, ratanya, tebal marka rambu-rambu dan jembatan dan salurannya. “Jika sudah lolos ujia maka bisa dioperasikan,” tambahnya. (hr)