Desa Beruk Kecamatan Jatiyoso Luar Biasa

KARANGANYAR-  16 April 2018

Desa Beruk Kecamatan Jatiyoso ‘all out’ dalam menyambut tim lomba penilaian desa tingkat Kabupaten Karanganyar. Desa paling ujung timur  Kabupaten Karanganyar benar-benar luar biasa dan digadang-gadang meraih juara pertama. Kedatangan tim rombongan yang dipimpin oleh Asisten I Sekda Karanganyar, Bahtiar Syarif sudah disambut puluhan linmas di gerbang pintu masuk Desa Beruk. Selanjutnya ada pagar betis pelajar TK, SD, dan SMP di sekitar kantor Kepala Desa Beruk. Bukan itu saja, tim juga disuguhi kesenian reog asli milik warga yang berpenduduk 4567 jiwa.

Tim juga disuguhi aneka olahan makanan dari tela dan beberapa kerajinan asli tangan masyarakat Desa Beruk yang dipajang di depan kantor desa. Finalis lomba PKK tingkat propinsi Jawa Tengah tersebut juga menampilkan kerajinan dari kayu dan akar dari pohon. Kerajinan itu berupa kapal dan hiasan lainnya. Kepala Desa Beruk, Sartono menyampaikan bahwa desa Beruk mempunyai visi kebersamaan dalam pembangunan demi desa Beruk lebih baik. “Aspek kinerja dalam pembangunan selalu meningkatkan kegotongroyongan. Dengan gotong-royongan tersebut pembangunan desa Beruk akan lebih baik dan lancar,” imbuhnya.

Yang menarik, tambah Sartono pihaknya mengadakan kerjasama dengan Desa Wukir Sawit tentang pemanfaatan air bersih. Desa Beruk yang mempunyai air dan desa Wukir Sawit yang memanfaatkan. Dengan kerjasama dan Mou akan menambah sumber pendapatan asli desa. Menurutnya Desa Beruk juga mempunyai wisata air terjun dan kolam renang diatas bukit. Ditambah turbing yang mempesona. “Ini jumlah kunjungan ke turbing tersebut sudah sangat banyak meski belum dibangun yang layak dan bagus. Ke depan kami akan maksimalkan sehingga pendapatan kian banyak,” imbuhnya.

Sementara Assisten I Setda, Bahtiar Syarif mewakili Pjs Bupati Karanganyar mengatakan lomba desa ini diharapkan dapat terus memupuk rasa kegotong royongan diantara masyarakat desa Beruk. Ini merupakan bentuk kompetensi partisipasi dari masyarakat. Selain itu, desa juga diharapkan memiliki rencana kerja baik jangka menengah atau panjang. “Saya berharap indikator-indikator yang akan dipenuhi bukan hanya sekedar administratif. Namun harus nyata di lapangan, sehingga tidak hanya lomba data. Mudah-mudahan lomba ini akan banyak keunggulan dan inovasi yang ditampilkan,” tambah Bahtiar Syarif.

Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Desa, Utomo Sidi Hidayat mengatakan balai desa Beruk merupakan balai desa terbaik di Karanganyar. Yang menjadi pertanyaan, apakah kebaikan fisik pembangunan juga diimbangi dengan kebaikan administrasi dan kinerja. Lomba ini lebih bersifat pembinaan karena untuk kebaikan dan kemajuan desa. (hr/Yg)