TMMD Ciptakan Desa Maju, Cerdas dan Sejahtera

Pemukulan kentongan oleh Plt Asisten Ekbang Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu sebagai tanda dimulainya TMMD Reguler 101 di Desa Karang, Karangpandan (4/4)

Karanganyar, Rabu 4 April 2018.

Pembukaan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler Ke 101 Sengkuyung I TA 2018 KODIM 0727/Karanganyar bertemakan TNI Manunggal Rakyat Membangun Karakter Dan Kemandirian Bangsa berlangsung di Lapangan Desa Karang, Karangpandan Kabupaten Karanganyar, Rabu (4/04).

Program bakti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 Reguler menyasar sejumlah pekerjaan fisik dan nonfisik. Pekerjaan fisik tersebut di antara pemasangan besi wiremesh dan mengecor jalan setapak penghubung antardusun, yakni Dusun Karangwetan dengan Mroto, Desa Karang. Panjang jalan 1.350 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 12 sentimeter. Desa Karang Karangpadan Kabupaten Karanganyar dipilih sebagai daerah operasi dikarenakan pertama kondisi jalan tanah rusak terjal dan sebagian tergerus air hujan yang membahayakan pengguna jalan, kedua merupakan jalan paling strategis penghubung daerah sekitar, yang ketiga arus komunikasi perhubungan kurang lancar. TMMD Reguler Ke 101 ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari terhitung mulai 4 April sampai dengan 3 Mei 2018 selama 30 hari.

TMMD mendapat kucuran dana  mencapai 1,6 miliar untuk Desa Karang Karangpandan. Dengan rincian dari APBN Rp337,9 juta, APBD Provinsi Jawa Tengah Rp160 juta, APBD Kabupaten Karanganyar Rp900 juta, dan swasaya masyarakat Rp166 juta.

Sementara itu, Plt Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Plt Asisten Ekbang Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu, mengatakan program TMMD lintas sektoral yang melibatkan TNI, Kementerian. Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah serta segenap lapisan masyarakat, melalui TMMD Reguler 101 dan sengkuyung tahap I inilah cara mengikat kebersamaan gotong royong untuk mengatasi persoalan kebangsaan. Sinergitas Program Kementerian Dikbud RI dengan program TMMD Tahap I yang siap disinergikan meliputi pemberantasan buta aksara, PAUD, pendidikan karakter termasuk pendidikan keluarga, pendidikan ketrampilan, dan pendidikan kesetaraan yang berbasis desa.

“kita ingin seluruh desa di Jawa Tengah semakin maju dan mandiri, kehidupan rakyat sejahtera mengenai aksesbilitas mobilitas orang dan barang serta sarana prasarana yang membaik. Tak lupa juga kualitas yang mumpuni sebagai modal dasar dalam membangun desa,” jelasnya. Demikan DISKOMINFO(yg/ims/krn)