Ingatkan Pemangku Jabatan Untuk Tulus Mencintai Rakyat

 

Emha Ainun Najib memberikan tauziah pada ribuan jamaah pada acara HUT DPRD Karanganyar ke 67 di halaman wakil rakyat.

KARANGANYAR – 3 Maret 2018

Pemerintah, dewan dan pemangku jabatan diingatkan untuk selalu mencintai rakyat dengan kasih sayang. Sebab jika aparatur daerah sudah mencintai rakyatnya maka tidak akan ada celaka atau keterpukuran ekonomi di semua lapisan. Namun sebaliknya, jika pemangku jabatan sudah egois maka kehancuran yang akan terjadi.

“Kalau pemangku jabatan atau pimpinan sudah mempunyai sifat egois maka akan suka korupsi. Sebab uripe wong egois iku golek bati wae. Proyek iki aku untung piro ya,” ujar Emha Ainun Najib saat mengisi Ngaji Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng di halaman kantor DPRD Kabupaten Karanganyar dalam rangka puncak hari jadi DPRD ke 67 Sabtu (05/03)

Cak Nun, sapaan akrabnya menambahkan acara malam ini dengan kyai kanjeng juga sebagai mengasah kelembutan hati kita. Mengasah untuk selalu dekat dengan Allah, karena pada hakekatnya semuanya bertasbih. Penyampaian dakwah dengan banyak humor membuat penonton serius menyimak hinggal pukul 24.00. “Prinsipnya kabupaten ini jangan sampai ikut-ikutan Jakarta. Jadilah Karanganyar yang betul betul Karanganyar. Karanganyar yang suka gotong royong,” imbuhnya.

Dia menyinggung tema Ngaji Bareng malam hari itu adalah gotong royong. Menurut dia, gotong royong adalah budaya dan tidak bisa dikaitkan dengan konstitusi. Dia mengingatkan pemimpin dalam suatu pemerintah menomorsatukan cinta kepada rakyat. Dia meyakini bahwa rasa cinta dan kasih sayang menjadi dasar penguatan ekonomi.

Sementara sekretaris DPRD, Sujarwo mengatakan ngaji bareng merupakan puncak hari jadi DPRD ke 67 yang jatuh tanggal 24 Januari. Beberapa rangkaian kegiatan sudah dilaksanakan, diantaranya ziarah, lomba bidang olahraga, band remaja dan puncaknya pengajian bersama cak Nun.

Sementara, ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan mendukung kegiatan tersebut. Dia berharap masyarakat jaman sekarang tidak melupakan sejarah. Salah satunya kerukunan yang sudah melekat sejam jaman dahulu. Dia juga mengakui apabila kerja anggota DPRD belum maksimal di mata masyarakat. Anggota dewan dari PDIP itu mengatakan terkait  panggung aspirasi yang sepi pendemo. Padahal panggung tersebut disiapkan untuk memfasilitasi warga masyarakat, organisasi masyarakat, dan pihak-pihak lain yang ingin menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat. Tetapi, Sumanto menuturkan panggung itu belum dipakai untuk menyampaikan aspirasi sejak diresmikan tiga tahun lalu. “Panggung aspirasi DPRD. Silakan digunakan untuk menyampaikan aspirasi. Tiga tahun lalu kami resmikan. Dilengkapi sound system. Malah belum ada demo di sini. Panggung aspirasi cerminan kami terbuka kepada masyarakat.” Tambah Sumanto. (Hr/Ard)