Pembalap Karanganyar Finis Di Posisi Lima

Ketua DPRD Karanganyar Sumanto,SH memberikan penghargaan dan piala kepada satu satunya pembalap dari Karanganyar Warseno

KARANGANYAR – 25 Februari 2018

Warseno, pembalap asal Karanganyar hanya mampu finis diurutan ke lima dalam kejuaraan Tour De Lawu King Of Mountain HUT DPRD Karanganyar ke 67. Meski demikian, masyarakat bumi intanpari harus bangga terhadap mantan siswa SMP 2 Jaten tersebut. Sebab selain medan yang berat, Warseno menjadi single fighter (pejuang sendirian, Red) menghadapi beberapa club ternama. Sejak awal Warseno sudah berada di posisi lima besar, namun terus dipepet oleh pembalap pembalap dari Solo dan beberapa daerah di Jawa Barat, Kalimantan dan Jawa Timur.

“Yang jelas latihan tidak membohongi hasil. Kerja keras dan niat yang kuat semua bisa meraih yang terbaik,” papar juara 1 Tour De Lawu King Of Mountain, Woro Fitriyanto usai memasuki garis Finis di Cemoro Kandang, Tawangmangu kemarin (25/02).

Tour de Lawu King Of Mountain ini menempuh jarak 45 km dari Palur sampai Cemoro Kandang, Tawangmangu. Lomba yang diikuti 150 pembalap dari Solo, Bandung Jawa Barat, Surabaya Jawa Timur, Kalimantan dan Sulawesi. Woro menambahkan medan di Tawangmangu ini sangat berat. Sebab hampir seluruh trek adalah tanjakan. “Sekali lagi, kuncinya disiplin dan kemauan keras. Saya berhasil meraih waktu 2 jam 22 detik,” tambah Woro.

Sementara Pelatih Ilufa –-yang juga menaungi Woro–, Agus Hadiyanto mengatakan kebersihalan woro tidak terlepas dari kerja tim. Sebab sejak awal, pihaknya sudah membentengi Warseno, Delton dan Sholeh yang cukup berbahaya. Ketika pembalap itu harus ‘dipepet’ sehingga tidak bisa sprin ke depan sendiri. “Saya senang dan bangga, ketiga juara  dari tim Ilufa. Yang berat ini adalah medannya karena hampir semua tanjakan,” imbuhnya Agus.

Selain itu, Ketua Panitia, Heriyono mengatakan lomba dalam rangka HUT DPRD Karanganyar berlangsung sukses. Atlet yang mengikuti sebanyak 150 atlet dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi dan Kalimantan. Apalagi persiapannya yang sangat mepet karena hanya 4 minggu.”Saya sebenarnya tidak sanggup. Namun dari DPRD memaksa saya, sehingga inilah hasilnya. Namun saya katakan kejuaraan ini tetap sukses,” imbuhnya.

Guru Olahraga SMP 2 Jaten tersebut,  menambahkan sebenarnya banyak atlet balap sepeda dari Karanganyar. Bahkan, ada spesalis tanjakan yakni Warseno dan Harun. Namun karena dana dan fasilitas yang tidak memadai tersebut maka beberapa atlet milik Karanganyar ‘lari’ ke solo dan daerah lainnya. “Saya sering ditangisi atlet karena dana dan sarana prasarana. Saya tidak bisa berbuat banyak tentang hal itu, saya persilahkan mereka memilih club yang bisa membuat pembalap betah,” imbuhnya. (hr/adt/pd)