Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Sekda Pemkab Karanganyar Samsi menerima kunjungan anggota komisi VIII DPR RI, Endang MAria Astuti

 

KARANGANYAR – 21 Februari 2018

Maraknya kekerasan terhadap anak dan perempuan membuat prihatian semua kalangan. Anggota  DPR RI, Endang Maria Astuti pengin mendengar langsung upaya pencegahan kekerasan tersebut di Karanganyar, Sebab saat pihaknya tengah menggodok UU penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

“Kita sedang membahas UU penghapusan kekerasan seksual. Dikaji sesuai dengan kondisi lapangan. Kita benar-benar memikirkan hak-hak perempuan dan anak legalitas yang kuat. Termasuk LGBT terus kita kaji, “ papar Endang Maria saat ditanya sejumlah wartawan pada kunjungannya di Karanganyar.

Menurutnya banyak faktor yang menyebabkan kekerasan terhadap anak-anak dan perempuan antara lain faktor persepsi,faktor pendidikan, faktor kemiskinan yang dapat memberikan dampak negatif. “Saya berharap UU ini bisa menghapuskan kekerasan pada perempuan dan anak,” imbuhnya.

Sementara Sekda Karanganyar, Samsi yang mewakili Pjs Bupati Karanganyar, Priji Anggoro Budi mengatakan tahun 2017 sebanyak 40 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kekerasan itu berupa kekerasan fisik, psikis, kekerasan seksual dan penelantaran anak. “Anak merupakan generasi penerus bangsa. Maka kita berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi mereka. Jangan sampai mereka terkena kekerasan,” imbuh Samsi.

Dia menambahkan jumlah penduduk Kabupaten Karanganyar sebanyak 896.991 jiwa, terdiri dari 448.637 laki-laki dan 448.354 perempuan. Dari jumlah populasi tersebut sebanyak 257.524 jiwa merupakan anak-anak. Samsi mengatakan perlunya kesadaran semua masyarakat agar kekerasan terhadap anak-anak dan perempuan berkurang. Dengan begitu peran orang tua dalam keluarga harus bisa melindungi, mendidik dan mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan, dan dilingkungan tempat tinggal. (hr/Imas)