Tumbuhkan Semangat Akidah dan Kebangsaan

 

Bupati Karanganyar Juliyatmono berada ditengah-tengah jamaah NU yang memperingati Harlah ke 92 di lapangan Alun-alun Karanganyar

KARANGANYAR – 11 Februari 2018

Nahdlatul Ulama Karanganyar menggelar Apel Akbar di Alun-Alun bumi intanpari. Apel Akbar itu memperingati Hari Lahir (harlah) ke 92 organisasi islam terbesar di Indonesia tersebut. Apel akbar tersebut ingin mengingatkan jamaah untuk selalu menjaga akidah dan menjaga keutuhan Negera republik Indonesia.

“Menyemangati kembali kepada para jamaah untuk menjaga akidah dan menjaga negeri ini dari segala ancaman dan gangguan dari luar,” papar Ketua PC NU Karanganyar, Husain Hasan di sela-sela peringatan Harlah ke 92 kemarin (11/02)

Dia menambahkan apel akbar ini tidak ada kaitan politik. Secara nasional dan daerah jelas, bahwa sikap NU netral dan tidak memihak kepada siapun. Pendek kata, warga NU dibebaskan untuk memilih pemimpinya. Apel akbar tersebut dihadiri oleh 25 ribu warga nahdiyin di Karanganyar. Selain mendengarkan pidato, warga NU juga disuguhkan tumpeng raksasa dan 92 tumpeng lainnya. Pada kesempatan tersebut  juga digelar drumband anak, dan reog.

Sementara Wakil Khotib Syuriah PP NU Abdul Ghoffur Maimun mengatakan senang dan bangga karena jamaah yang hadir sekitar 25 ribu. Sebab warga NU mempunyai andil besar terhadap pendirian negera Indonesia. Sunggung tidak adil jika negera ini tidak berpikir tentang NU. “NU Harga mati adalah slogan yang dimunculkan pertama kali oleh warga Nahdiyin. Namun istilah itu kini muncul dimana-mana,” tambah Abdul Ghoffur saat memberikan sambutan.

Sedangkan, bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada NU untuk bekembang dengan baik di bumi intanpari. Sebab pendiri NU KH Hasjim Asy’ari adalah pahlawan nasional Indonesia dan juga ikut mendirikan bangsa ini. “Siapa yang mengganggu Indonesia berarti menganggu NU. Mari kita rawat dan jaga negara Republik Indonesia,” ujar Juliyatmono. (hr)