Si Gemblong Kelar, Rakyat Syukuran

Tanda Tangan : Bupati Karanganyar Juliyatmono membubuhkan tanda tangan di prasasti pembangunan jembatang di Gemblong di Dusun Punukan, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih

KARANGANYAR – 10 Februari 2018

Jembatan Si Gemblong  di Dusun Punukan, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih ‘rampung’ dikerjakan, masyarakat menggelar syukuran. Bertempat di atas jembatan tersebut, masyarakat mengundang organ tunggal dan menghadirkan Bupati Karanganyar. Luapan syukur itu diwujudkan karena jembatan vital dan sangat diharapkan oleh masyarakat setempat.

“Pemerintah Desa baru akan menggangarkan di tahun 2018, namun karena pentingnya jembatan tersebut  Bupati membantu kita untuk pembangunan jembatan tersebut, “ papar Kades Ngadiluwih, Rusdiyanto saat memberikan sambutan dalam acara peresmian jembatang Si Gemblong Sabtu, (10/02).

Dia menambahkan masyarakat Desa bangga dan mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. Bantuan tersebut seluruh dikerjakan masyarakat dengan cara bergotong royong. Semua anggaran terserap dengan baik karena gotong royong warga Desa Punukan. “Selesainya pembangunan bukan hanya mengandalkan uang semata akan tetapi semangat warga untuk menyelesaikan karena kekompakaan dan gotong royong yang luar biasa. Jembatan ini menjadi akses penting bagi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengucapkan terima kasih dan bangga terhadap masyarakat Dusun Punukan, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih. Pasalnya pembangunan jembatan telah selesai dengan kualitas yang baik. Dana Rp 170 juta dengan hasilnya yang sangat bagus. Apalagi hal ini dikerjakan secara gotong-royong sehingga menambah kerukunan dan kebersamaan antar warga. “Kalau dikerjakan Pemerintah mekanisme lama, namun ini dikerjakan secara gotong royong lebih baik dan tepat sasaran. Terbukti kuat jembatannya dan kegotong-royongan ini menambahkan guyun rukun dan kebersamaan,” papar Juliyatmono saat diminta memberikan sambutan dalam peresmian si Gemblong.

Menurut Bupati filosofis jembantan bukan hanya menguhubungkan saja akan tetapi juga mempererat tali silaturahmi. Sebab jika silaturahmi putus maka seseorang menjadi tidak baik. Apalagi silaturahmi anak kepada orang tua jangan sampai retak atau putus. Pasalnya doa orang tua anak sangat ‘manjur’ kepada anaknya. “Siapapun anak harus berbakti kepada kedua orang tua. Karena orang tualah menjadi jalan kita hidup didunia, maka kita harus berbakti,” tambahnya. (hr/Ard)