Perayaan Imlek Tahun 2018: Kebersamaan dan Persaudaraan dalam Kebhinekaan

 

 

 

Karanganyar, 11 Februari 2018

Diawali dengan pertunjukan oleh Grup Band keturunan Tionghoa dari Perhimpunan Masyarakat Surakarta, Minggu sore (11/2) bertempat di Terminal Karangpandan, perayaan Imlek warga Karangpandan dimulai. Acara ini dihadiri pula oleh Bupati dan Wakil Bupati serta jajaran Kepala OPD.

Dengan nuansa merah acara ini berlangsung meriah. Ketua Panitia pelaksana kegiatan tersebut, Harsanto yang juga merupakan Ketua Persatuan Masyarakat Karanganyar, Ketua Keluarga Besar  Karangpandan, serta Ketua Lintas Disabilitas Karanganyar menyampaikan bahwa dalam rangka menyamput Perayaan Imlek Tahun 2569 atas dasar kebersamaan dan kekompakan panitia menyelenggarakan kegatan yang bersifat kepedulian maupun aksi sosial masyarakat sebagai wujud kebersamaan, persaudaraan dan persatuan di antara keluarga masyarakat Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi: kunjungan ke  3 (tiga) Panti Asuhan di Kabupaten Karanganyar dan kunjungan ke Pondok Pesantren. Untuk menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan dilaksanakan program pembagian sembako. Di samping itu dilaksanakan pula penguatan dan pendampingan kepada perwakilan warga masyarakat yang telah ditunjuk dalam membantu menciptakan wirausahawan baru guna mendukung program pemerintah Kabupaten Karanganyar yang bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja Koperasi, dan UMKM.

Bupati Karanganyar, dalam sambutannya menyambut gembira perayaaan Imlek ini yang dinilai jauh lebih meriah dan gembira dibandingkan tahun yang lalu. Kebersamaan dalam satu rangkaian wujud komitmen kita untuk merawat NKRI. Atas nama pemerintah Bupati menyampaikan penghargaan yang tinggi atas prakarsa dari teman-teman panitia. Para tamu yang hadir berasal dari seluruh komponen yang mencerminkan kebhinekaan sehingga Karanganyar  menjadi miniatur NKRI. Hal ini harus terus dijaga dan dipelihara sebaik-baiknya.

Juliyatmono menambahkan Tuhan menciptakan kita tidak ada yang sama, perbedaan itu diperintahkan Tuhan untuk makin menyadari betapa masing-masing punya kelebihan, punya potensi yag harus dirangkai menuju satu kebersamaan menuju masa depan yang lebih baik.

Juliyatmono mengajak untuk terus menghargai perbedan-perbedaan, karena perbedaan, kebhinekaan  merupakan kekuatan besar bangsa ini. Keragaman ini harus dijaga. Jangan sampai hal ini diciderai oleh hal-hal sepele. Hal-hal  yang kecil yang menyebabkan rusaknya persatuan harus terus dikurangi.

“Dengan kekuatan dan potensi dari keragaman ini, baik itu keragaman etnik, suku, budaya, ras, agama  kita bergerak menuju Karanganyar yang lebih baik lagi,” terang Juliyatmono.

Ditambahkannya bahwa tahun ini adalah tahun anjing tanah. Tanah mengandung kekayaan yang luar biasa. Anjing  itu cermat dan waspada dengan lingkungannya. Kita harus waspada dengan apa yang terjadi di tanah kita.

“Dengan perayaan Imlek ini diharapkan damai, aman, nyaman ada pada kita,” pungkasnya. (kris)