Jadikan Ngadiluwih Sentral Jeruk Bali

 

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan bibit pohon jeruk bali

KARANGANYAR – 10 Februari 2018

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menginginkan Desa Ngadiluwih jadi sentra jeruk bali. Sebab dahulu, desa di wilayah timur dari Kota Karanganyar tersebut  menjadi pusat jeruk bali. Seiring perkembangan waktu, jeruk telah pundar dan kini Pemkab menginginkan kembali Ngadiluwih jadi ‘jujukan’ jeruk Bali.

“Saya sudah membeli 300 bibit pohon jeruk. Silahkan nanti dibicarakan Pak Lurah, pak RT dan Pak RW bersama-sama mengelola tersebut. Pesen saya, jangan ditanam di embung,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam kesempatan meresmikan jembatang Si Gemblong, Di Dusun Punukan, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Sabtu (10/2).

Lebih lanjut, Orang nomor satu di Karanganyar meminta bibit  ditanam di masing-masing rumah warga. Tinggal kelurahan mencatat siapa yang mendapatkan bantuan, lahan di rumahnya untuk ditanam pohon jeruk bali. “Wis gak usah rayahan (Tidak usah berebut). Pohon ini tetap akan saya pantau perkembangannya terus. Jika nanti memerlukan kembali, saya akan membeli lagi untuk saya perbantukan di Desa Ngadiluwih,” imbuhnya.

Sementara Kades Ngadiluwih, Rusdiyanto mengaku bangga dan terima kasih atas bantuan tersebut. Pihaknya pengin Ngadiluwih menjadi swasembada buah-buahan. Sebab dahulu desa Ngadiluwih sangat terkenal dengan sentra jeruk bali. “Saya senang dan berharap bantuan ini dimanfaatkan kembali agar Ngadiluwih terkenal dengan Jeruk Bali,” tambah Rusdiyanto. (hr/Ard)