Rencanakan Buat Jalan Mulus Setapak Sampai Ke Puncak

Presiden Perdamaian Dunia, Djuyoto Sentani membubuhkan tanda tangan hari prasasti Hari Gunung Sedunia.

 

KARANGANYAR – 09 Februari 2018
Keinginan Pemkab Karanganyar untuk membuat kawasan Gunung Lawu nyaman dan aman untuk pendaki tidak main-main. Sebab Pemkab berencana membuat jalan mulus setapak dan lebar dengan penerangan yang cukup untuk sampai ke puncak. Niat pemerintah tersebut dilakukan usai Gunung Lawu dinobatkan sebagai simbol perdamaian dunia.
“Saya akan pelopori jalan setapak yang mulus sampai ke puncak. Saya akan ajak Anak Gunung Lawu (AGL) untuk setiap hari, misalnya mengerjakan lima meter. Jika ini terbukti, maka mendaki gunung lawu tidak akan mengalami kesesataan dan menjadi muda bagi semuanya,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam hari Gunung Sedunia di Gunung Lawu, Kamis (08/02).
Pada kesempatan tersebut, ditandatangani prasasti hari gunung sedunia oleh Presiden Perdamaian Dunia 202, Prof Dr Djuyoto Sentani. Selanjutnya, prasasti tersebut akan ditempatkan di puncak Gunung Lawu. Bupati Karanganyar menambahkan Pemkab Karanganyar merasa bersyukur dan berterima kasih karena gunung lawu menjadi simbol perdamaian dunia. Wujud terciptanya perdamaian dunia itu secara kongkret berharmonisasi dengan Tuhan, alam, dan makluk hidup. Pihaknya yakin Gunung Lawu direncanakan Tuhan untuk kemaslatan penduduk semuanya. “Kewajiban kita bersama yakni menjaga dan merawat Gunung Lawu untuk tidak alih fungsi apapun. Dikembalikan sesuai kodrat diciptakannya gunung menjaga kesimbangan dan melahirkan kesejahteraan. Sebab gunung juga menjadi sumber air untuk kehidupan dan kesejahteraan,” imbunya.
Sementara Presiden Perdamaian Dunia, Djuyoto Sentani menambahkan duhulu nusantara sangat jaya. Dengan penandatanganan prasasti hari gunung sedunia di gunung lawu maka pihaknya mengajak kembali kejayaaan nusantara melalui gunung. Sebab gunung merupakan beradaban besar. “Kita harus jadi pemimpin didunia. Bukan terus mengekor tapi harus memimpin,” tambahnya. (hr/Adt)