Disemangati Untuk Terus Beribadah

TAUSIAH ; Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan ‘Wejangan’ usai sholat jumat di Masjid Kalisoro, Tawangmangu

KARANGANYAR – 26 Januari 2018

Semangat untuk beribadah terus diupayakan oleh Pemkab Karanganyar. Buktinya semangat itu adalah Pemerintah Kabupaten Karanganyar melakukan program Sholat Berjamaah seperti Jumat Keliling (Jumling), Asar Keliling, Isyak Keliling. Sekaligus sholat berjamaah ini menyatukan pemerintah, perangkat desa dan masyarakat setempat.

“Jika masyarakatnya bersemangat dalam beribadah maka kabupaten atau negeri yang kita cintai ini  akan menjadi Baldatun Tyayyibatun Wa Rabbun Ghafur. Negeri yang baik dan makmur penuh dengan ampunan Allah SWT,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada saat jumling di Masjid Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu (26/01) dihadapan masyarakat.

Negeri yang diidamkan tersebut akan tercipta jika umat imannya bagus, akidah ‘kenceng’ dan ibadahnya bagus maka semua akan baik. Menurut Bupati, agama dan pemerintah berjalan beriringan. Agama saja tanpa pemerintah, jalannya juga tidak ‘smoot’. Sebaliknya, jika pemerintah tanpa agama tidak akan ada fungsingnya. Sebab orang hanya berorientasi pada gaji saja. Akan tetapi jika semua masyarakat beribadah dengan baik dan mempunyai keahliaan masing-masing maka negeri akan menjadi baik. “Trilogi kerukunan umat beragama akan tercipta dengan baik. Sesama umat Islam rukun, umat islam dengan agama lainya juga baik dan tidak masuk aqidah masing-masing. Termasuk umat islam dengan pemerintah berkembang baik,” tambahnya.

Dihadapan Forkompinda dan masyarakat Kalisoro, Bupati mengatakan ibadah seseorang biar Allah saja yang menilai.  Yang terpenting, seberap besar pengabdian seseorang untuk kemaslahatan dan kebaikan untuk sesama. Pihaknya juga menyinggung tahun 2018 adalah tahun politik. Pihaknya mengajak jangan sampai agama dipakai alat-alat kampanye. Sebab hal  itu menimbulkan kerawanan dan gesekan antara satu dan yang lain. Pemimpin itu yang dilihat adalah programnya. “Karepe pemimpin itu mau bagaimana dan hal itu dilihat dari programnya. Jika seseorang dicari baiknya ya ada baiknya, namun jika dicari kejelekannya makanya tidak ada seorangpun didunia yang tidak punya salah. Mencari orang tidak berdosa, nanti tempatnya di surga. Di dunia, pasti manusia mempunyai salah dan dosa,” tambahnya. (hr/ft)