Pengamanan Pilkada di Simulasikan

Simulasi Sispamkota Pengamanan Pilkada Karanganyar melibatkan berbagai unsur keamanan. Seperti pembebasan sandera Calon Bupati yang dilakukan pasukan Brimob.

Karanganyar, Rabu (31/01/2018)

Menjelang dimulai masa kampanye pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar tahun 2018, jajaran Kodim 0727/Karanganyar, Polres Karanganyar, Satpol PP, Detasemen C Pelopor Sat Brimob Polda Jateng , melakukan simulasi pengamanan Pemilihan Kepala Daerah, Selasa (30/01) di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Tampak hadir Kakor Sabhara Irjen Pol Sudjarno, Bupati Karanganyar, Juliyatmno, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, dan undangan terkait.

Simulasi Sispamkota itu terbagi menjadi 26 skenario dengan melibatkan 516 personil, dimulai dari saat kampanye, penculikan dan penyanderaan hingga KPU Karanganyar diancam bom.

Disimulasikan, saat kampanye didatangi ratusan orang, dengan hiburan panggung terbuka, selain itu juga diisi dengan orasi dari juru kampanye sambil menunggu Calon Bupati yang hadir.

Namun ditempat lain ada sekelompok masa yang melakukan penghadangan menggunakan batang pohon yang dilintangkan di tengah jalan. Lantas, Polisi setempat usai mendapat laporan mendatangi lokasi penghadangan dan mendapat bantuan dari patroli Sabhara dan TNI untuk menghalau massa.

Setelah itu, Calon Bupati bisa mellanjutkan perjalanan menuju lokasi kampanye dan orasi. Namun tak diduga, ada kerusuhan dan Calon Bupati berhasil di selamatkan dengan mobil dengan pengawalan. Kemudian juru kampanye membubarkan massa dab menyuruh massa kembali ke rumah masing-masing.

Lain hari setelah itu, dikisahkan saat Calon Bupati melaksanakan olah raga pagi, tiba-tiba diculik oleh sekelompok orang tak dikenal dan dijadikan sandera di sebuah rumah di hutan.

Untuk membebaskan sandera, dilibatkan Lawan Teror (Wanteror) Brimbob. Dengan kemampuan yang dimiliki, pembebasan sandera dengan mudah di lakukan, dan dilakukan penangkapan pelaku penyandera.

Lantas, disimulasikan pula saat pencoblosan suara di TPS 4, Jungke, Kecamatan Karanganyar terjadi insiden karena salah satu saksi menyatakan penghitungan curang dan merusak TPS. Kemudian bantuan keamanan mendatangi lokasi dan olah TKP.

KPPS membawa kota suara dengan mobil bak terbuka ke PPK dengan pengawalan. Namun, ditengah jalan terjadi perampasan kotak suara oleh sekelompok orang tak dikenal dengan menggunakan sepeda motor.

Di KPU Karanganyar, didatangi ratusan massa meminta agar pemilu di ulang karena disinyalir terjadi kecurangan. Terjadi negosiasi dengan pengunjuk rasa, namun massa tetap meminta pada tuntuntannya dan terjadi kerusuhan.

Karena ditakutkan terjadi kerusuhan yang lebih besar, di datangkan PHH Brimob dengan Water Canon, sehingga massa dapat dibubarkan. Ditempat lain, ternyata terjadi penjarahan, setelah mendapat laporan Tim Anarkhis Brimbob mengamankan pelaku.

Suasana juga semakin mencekam karena KPU Karanganyar mendapat ancaman bom, kemudian Tim Jibom melakukan penjinakan bom.

Kakor Sabhara Irjen Pol Sudjarno mengatakan seluruh jajaran diminta tidak meremehkan situasi dan kondisi di wilayah masing-masing. Baik situasi wilayah rawan maupun tenang, semua harus disiapkan maksimal.

“Kami tidak mau under estimate, karena situasi tenang sehingga pengamanan tidak disiapkan,” katanya.

Irjen Pol Sudjarno juga meminta seluruh jajaran melakukan kegiatan cipta kondisi melalui tindakan preventif proaktif, sehingga situasi Jateng secara umum tenang dan aman.(pd/Ard)