Mahasiswa Harus Berinovasi

 

SAMBUT : Mahasiswa KKN dari FKIP UMS diterima Wakil Bupati Karanganyar di pendopo Rumah Dinas Bupati.

KARANGANYAR- Rabu, 24 Januari 2018

Untuk mengasah kemampuan Soft Skill mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), sebanyak 193 mahasiswa FKIP  diterjunkan dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Karanganyar. Mereka diminta untuk mengasah kepribadian dan sosial langsung di masyarakat. Para mahasiswa tersebut ditempatkan di daerah Jumapolo, Jatipuro dan Jatiyoso.

“KKN mahasiwa FKIP UMS ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa. Mahasiswa FKIP yang nantinya diharapkan jadi guru setidaknya memiliki empat kompetensi, yakni profesional, akademik, kepribadian dan sosial. Dua kompetensi terakhir ini diasah sehingga diterjunkan di masyarakat secara langsung,” papar perwakilan rektoran UMS, Anam Sutopo.

Dia menambahkan, KKN UMS FKIP kali ini untuk yang kedua. Sebanyak 1227 mahasiswa ditempatkan di seluruh karasidenan Solo Raya kecuali kota Solo. Hanya saja, untuk Karanganyar ada 193 peserta. Pihaknya berharap kepada mahasiswa juga dapat lebih membantu masyarakat khususnya dibidang pendidikan. Misalnya TPA, baca quran dan pendidikan-pendidikan yang berada di lingkungan pedesaan. “Bukan hanya sekedar ilmu saja, akan tetapi mereka diharapkan dapat menerapkan ilmu yang sudah didapat. Kami juga bekerjasama dengan Pimpinan daerah Muhammadiyah hingga tingkat ranting,” imbuhnya.

Sementara Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menyambut baik mahasiswa yang melakukan KKN di bumi Intanpari. Pihaknya mengatakan mahasiswa yang melakukan KKN di Karanganyar  pasti diterima di pendopo sebelum terjun ke lokasi sebagai bentuk penghormatan. Pihaknya meminta mahasiswa terus mengembangkan inovasi. “Sebab generassi saat ini selain menguasai IT juga diharapkan menguasai inovasi. Inovasi diharapkan terus tumbuh agara mahasiswa yang ditempatkan di tiga J (Jumapolo, Jatipuri dan Jatiyoso) dapat hebat,” imbuhnya.

Pihaknya berharap mahasiswa dapat memberikan nilai lebih di masyarakat. Misalnya lewat pengajian dan pendidikan. Menurut Rohadi, mahasiswa diminta untuk tumbuh kembangkan agar masyarakat sadar pendidikan, terutama kuliah di jenjang yang lebih tinggi. Sehingga lulusan S-1 di Karanganyar lebih banyak sehingga berperan membantu kualitas Sumber Daya Manusia. “Kami sangat bahagia dan berharap ada nilai plus untuk masyarakat,’ tambah Rohadi. (hr/Ard)