Bersama dan Fokus Untuk Membangun Karakter Anak Didik

SEMANGAT : Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo memberikan motivasi kepada peserta seminar Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 71

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KARANGANYAR – Jumat, 24 Desember 2017

Keberhasilan guru dalam mendidik peserta didik tidak terlepas dari fokus dan bersama.  Sebab dengan fokus pendidikan akan lebih terarah dan bersama bisa mengatasi kesulitan yang ada. Berbagai persoalan yang muncul akan bisa diatasi dengan fokus dan kebersamaan.  Demikian disampaikan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memberikan arahan dalam Seminar Nasional Pendidikan dalam rangka memperingati dan merayakan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 72 di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (24/12).

Selanjutnya, orang nomor dua di Karanganyar tersebut mempertontonkan sebuah atraksi untuk  membuktikan dengan bersama dan fokus akan bisa menyelesaikan persoalan. Atraksi itu yakni beras dimasukkan dalam gelas. Selanjutnya diletakkan pisau ditengahnya. Rohadi Widodo kemudian meminta peserta untuk mengangkat pisau yang dimasukkan dalam beras. Beberapa peserta seminar gagal untuk mengangkat gelas. Salah satu guru bernama Suparlan, dengan menyakinkan berhasil mengangkat pisau yang tertancap dalam beras. “Ini membuktikan beras yang semula sendiri-sendiri dan jika bersatu maka akan dapat mengangkat gelas. Kebersamaan akan dapat mengatasi persoalaan,” ujar Rohadi Widodo.

Dia mengatakan berbagai macam karakter anak didik dapat diselesaikan jika guru semangat dan fokus dalam mendidik. Misalnya, anak malas jika mendapati guru penuh semangat maka anak yang malas itu akan menjadi rajin.  “Sekali lagi, keterbatasan itu bisa diatasi dengan semangat dan kebersamaan,” imbuhnya.

Sementara Ketua PGRI Kabupaten Karanganyar, Aris Munandar menambahkan seminar dilakukan untuk penguatan pendidikan karakter bagi guru. Hal ini sejalan dengan revoluai mental yang dicanangkan presiden Joko Widodo. Seminar ini, menurut Aris juga memberikan bekal kompetensi dan kemampuan proses bagi guru bidang studi. “Selama ini memang tidak ada waktu khusus untuk pendidikan karakter bagi anak-anak. Namun mulai saat ini, pendidikan karakter dimasukkan dalam mata pelajaraan dan ekstrakurikuler,” tambahkanya.

Aris mengatakan seminar diikuti oleh 1482 guru dari 17 kecamatan. Antusias dan semangat para guru mengikuti acara tersebut sangat tinggi. (hr/ft)