Raih Beberapa Prestasi, Kabupaten Karanganyar Jadi Percontohan Daerah Lain

Karanganyar, Jum’at 15 Desember 2017

Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Karanganyar meraih beberapa penghargaan Nasional menjadi percontohan dari daerah lain untuk melakukan kunjungan kerja. Hal tersebut ditandai dengan kunjungan kerja dari Bappeda Kabupaten Wonosobo dan DPRD Kota Cirebon.

Kunjungan kerja dari dua daerah tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi di ruang Podang I Kantor Bupati Karanganyar, Kamis (14/12) kemarin.

Dalam sambutannya, Samsi menyampaikan potensi pendapatan daerah dan pariwisata di Kabupaten Karanganyar.

“Untuk Kabupaten Karanganyar pendapatan asli daerah (PAD) mencapai 200 miliar rupiah. Sementara untuk potensi wisata meliputi wisata alam, wisata spiritual,”terangnya.

Ditambahkan Samsi, di hari jadi ke-100 tahun Kabupaten Karanganyar berhasil meraih beberapa penghargaan tingkat Nasional diantaranya penghargaan penanganan masalah hukum dan HAM, Penyelenggaraan Pemerintahan peringkat ke dua Nasional, Penghargaan UKM dan Insentif tertinggi senilai 68 miliar rupiah serta keberhasilan program Keluarga Berencana.

Namun demikian masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan Pemkab Karanganyar jelang akhir tahun ini.

“Saat ini kita tengah menyelesaikan Perda untuk RT/RW,”jelasnya.

Sementara itu, Ashari Sekretaris Bappeda Kabupaten Wonosobo menyampaikan kunjungan kerja ke Kabupaten Karanganyar untuk mempelajari tata kelola pemerintahannya. Karena Kabupaten Wonosobo sendiri hanya menduduki peringkat ke 31 untuk laporan pelaksanaan pemerintahan.

“Kedatangan kami ini untuk berguru pada Pemkab Karanganyar dalam pengelolaan pelaksanaan pemerintahan. Apalagi Karanganyar masuk dalam dua terbaik untuk tingkat nasional,”katanya.

Terpisah, Wakil DPRD Kota Cirebon, Lili Eliah menyampaikan kunjungan kerja anggota Legislatif inio untuk saling bertukar informasi  mulai dari organisasi perangkat daerah hingga potensi pariwisata di Karanganyar.

“Kabupaten Karanganyar menjadi  referensi kami karena beberpa penghargaan  yang diraih dan potensi wisata. Kami ingin study banding mengenai penyelenggaraan pemerintahan,”tuturnya.

Lili juga menyampaikan untuk kota Cirebon perlu adanya dari Pemkot Cirebon dalam menata pegawainya. Sehingga diperlukan pembenahan agar kinerja OPD berjalan maksimal.

“Salah satu OPD yang kekurangan SDM adalah di Satpol PP. Tapi sebaliknya untuk personil Damkar malah berlebih,”tutupnya.

Demikian Diskominfo (ft/ind)