Cegah Peredaran Narkoba, P4GN Gencar Sosialisasi

Tim P4GN Kabupaten Karanganyar saat sosialisasi dengan pelajar di Sekipan, Tawangmangu

Karanganyar, Kamis (14/12/2017)

Tim Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Karanganyar gencar melakukan sosialisasi tentang narkoba dengan sasaran pelajar.

Tampak hadir Ketua Tim P4GN Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Kepala Badan Kesbangpol Karanganyar, Agus Cipto Waluyo, Anik Dwiyanti, Camat Tawangmangu, Rusdiyanto,  Kasi Kefarmasian dan Napza, Dinas Kesehatan Karanganyar, dan Kaurmintu Satnarkoba Polres Karanganyar, Aiptu Darmanto Wisono.

Seperti yang sosialisasi yang diberikan untuk  pelajar SMP Negeri 1 Tawangmangu, Tim P4GN yang di ketuai Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengadakan bincang santai di Sekipan, Kecamatan Tawangmangu, Rabu (13/12) siang.

“Perlu tau contoh daun ganja boleh saja, namun bukan berarti memakai tapi agar tidak kejebak dengan yang tidak kita harapkan. Ini penting, agar tidak terkena dampak buruknya, apalagi lost generation,” kata Rohadi Widodo.

Rohadi Widodo juga mengharapkan generasi muda jangan sampai terkena narkoba. Kalau sudah terkena untuk melepaskan sangat sulit. Perlu tahapan yang cukup lama, seperti di rehabilitasi.

Ditempat yang sama, Anik Dwiyanti,  Kasi Kefarmasian dan Napza, Dinas Kesehatan Karanganyar, menjelaskan, narkotika dibedakan menjadi tiga golongan. Golongan satu ada potensi ketergantungan, golongan dua sedikit ketergantungan, dan golongan tiga paling rendah ketergantungan.

Selain itu Anik juga menyinggung tentang pil PCC, yang mempunyai campuran obat yang terdiri dari Paracetamol, Caffeine, dan Carisoprodol. Itu obat dapat mempengaruhi sistem syaraf, otak dan mengubah perilaku pemakai (tak sesuai dosis) bisa panik, menurunkan dan menghilangkan kesadaran.

Anik juga menceritakan kasus lainnya, yakni di tahun 2013 ada dua murid di salah satu Sekolah Dasar seteh makan permen susu cokelat seharga Rp. 1000, yang mengakibatkan setelah itu tidur susah bangun, yang satunya makan dua permen tapi tidak berpengaruh parah.

“Kami investigasi dan hasilnya ternyata isinya Chlorpheniramine Maleate (CTM). Maka dari itu, anak-anak perlu berhati-hati jangan jajan di sekolah sembarangan,” katanya.

Sedangkan Kaurmintu Satnarkoba Polres Karanganyar, Aiptu Darmanto Wisono menjelaskan kasus narkoba dan sejenisnya di Kabupaten Karanganyar masih relatif kecil.

“Namun demikian kasus narkoba tetap ada. Kalau di Tawangmangu masih ada yg menjalani di tahanan,” kata Aiptu Darmanto Wisono.

Untuk pelaku pil PCC, pihkanya telah menangkap yang berasal dari Kecamatan Mojogedang, Kerjo, dan luar Kabupaten Karanganyar dari Polokarto.

Dikatakan lebih lanjut, klimak dari akibat narkoba adalah kematian. Nyawa manusia melayang sehari di Indonesia bisa mencapai 50 sampai 60 orang. Pihaknya juga meminta agar pelajar dapat menjahui narkoba, rokok dan minuman keras. (pd)