Demi suksesnya Pemilu, Panwas Gandeng Media dan Masyarakat.

kominfo
Ketua KPID Jawa Tengah Budi S. Purnomo saat mensosialisakan Peran Media dalam Pemilu yang merupakan bagian dari acara Rakor Pengawasan Partisipatif Pemilu, Senin Siang (11/12).

 

Karanganyar – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Karanganyar mengadakan Rakor Pengawasan Partisipatif dalam rangka Pemilihan Legislatif dan Pilpres Tahun 2019, Senin Siang (11/12) di Jawa Dwipa Resort, Karangpandan, Karanganyar. Rakor dihadiri oleh 70 peserta dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI-Polri (FKPPI), Persit Candra Kirana Cabang XLVIII Kodim 0727 Karanganyar, Bhayangkari Polres Karanganyar, Pers di Karanganyar, Humas Polres, Humas Kodim, Diskominfo, Radio H dan Radio LPPL Swiba Karanganyar.

Acara yang dikemas dalam dialog tersebut menghadirkan 3 (tiga) narasumber Budi Setyo Purnomo Ketua KPID Jawa Tengah, Sudarsono Anggota Bawaslu Karanganyar, dan Catur Lukito Ketua FKDM Karanganyar.

Ketua Bawaslu Karanganyar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Nuning R. Prihastuti anggota Bawaslu Kabupaten Karanganyar mengatakan pemilihan umum agar dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan asas Pemilu diperlukan suatu pengawalan dalam berjalannya semua tahapan Pemilu. Selain pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu, partisipasi masyarakat dapat dioptimalkan sebagai kontrol publik demi menjamin hak pilih dan kedaulatan rakyat.

“Pengawas tidak bisa hanya dilakukan oleh Panwaskab, partisipasi masyarakat dalam melaporkan setiap pelanggaran tentunya akan membantu kerja Panwaskab dan kami siap menindaklanjuti setiap laporan yang ada”, kata Nuning

Sementara itu Budi Setyo Purnomo, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah dalam wawancaranya sesaat setelah acara selesai mengatakan media berperan dalam menjaga situasi di lingkungan terhadap pelaksanaan Pemilu di Tahun 2018 maupun 2019 mendatang. Dikatakan lebih lanjut, semua media harus proporsional dan netral dalam memberitakan pasangan yang akan bertarung dalam Pilkada, Pileg, maupun Pilpres.

“Sebelumnya KPID Jawa Tengah telah mengundang pemilik media cetak maupun elektronik dan online  sekaligus mensosialisasikan batasan-batasan dalam pemberitaan dan tayangan media terkait pelanggaran-pelanggaran yang mungkin saja terjadi dalam pemberitaan. “ ujar Budi S. Purnomo

Ditambahkan lebih lanjut oleh Budi, jika ditemui kemudian hari ada media yang nekat melakukan pelanggaran tersebut, KPID Jawa Tengah tidak akan sungkan untuk tidak memberikan izin perpanjangan terhadap media tersebut. Demikian Diskominfo (ad/yogi)