Cegah Peredaran Rokok Ilegal, Pemkab Gencarkan Sosialisasi

DISKOMINFO
Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan sambutan sekaligus membuka Sosialisasi Cukai Rokok di Gedung PGRI Cangakan Karanganyar, Rabu (22/11).

Karanganyar, Rabu 22 Nopember 2017

Sosialisasi cukai rokok dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCHT), Pemkab Karanganyar melalui Satpol PP Karanganyar terus menggelar sosialisasi upaya pencegahan peredaran rokok ilegal di wilayah Karanganyar di Gedung PGRI Cangakan, Karanganyar, Rabu (22/11).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pelaku usaha, dan masyarakat.

Kepala Satpol PP Karanganyar, Kurniadi Mulato dalam laporannya mengatakan potensi tembakau di Karanganyar cukup tinggi.

“Karanganyar merupakan pengguna rokok cukup tinggi,”katanya.

Ditambahkannya, saat ini cukai rokok ilegal mulai berkurang di Karanganyar. Upaya pencegahan terus dilakukan dengan melakukan razia rokok ilegal dipasaran.

Kurniadi berharap dukungan dan kerjasamanya yang dari semua pihak yang terkait agar cukai ilegal tidak beredar lagi di wilayah Karanganyar,”pesannya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutannya menuturkan penerimaan pajak dari sektor cukai atau tembakau tinggi yang sebagian diperuntukkan guna pembangunan.

“Cukai dan tembakau di Karanganyar untuk setahun mencapai 30 miliar rupiah. Pemasukan itu berasal dari Pabrik rokok seperti Colomadu. Dari jumlah tersebut sebagian digunakan untuk pembangunan dan kesehatan,”terangnya.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan selain Karanganyar juga mendapat dana bagi hasil cukai dan tembakau senilai 6 sampai 7 miliar rupiah. Diharapkan dana bagi hasil tersebut mampu memberikan kesejahteraan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pada sosialisasi ini, Juliyatmono berharap para pelaku usaha rokok terutama toko kelontong ikut serta berperan dalam upaya pencegahan cukai ilegal.

“Hindari menjual rokok ilegal untuk mencegah berurusan dengan hukum,”pesannya.

Demikian Diskominfo (ft/ind)