Tanjakan Giri Bangun Jadi Tantangan Peserta Napak Tilas

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo melepas Napak Tilas Perjuangan RM Said

Karanganyar, Senin (13/11/2017)

Napak tilas perjuangan Raden Mas (RM) Said atau Pangeran Sambernyawa di tahun 2017 ini terlihat menantang. Peserta harus melewati tanjakan jalan yang lumayan tinggi, Senin (13/11) pagi.

Kelompok peserta awalnya berjalan cepat dari titik pemberangkatan Sapta Tirta Pablengan, mulai terasa menantang tanjakan di depan Kantor Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih. Jalur tersebut memang banyak tanjakan lumayan tinggi dan tikungan.

Namun, tantangan tanjakan itu tidak menyurutkan kelompok peserta dari pelajar SMA/SMK/MA di Kabupaten Karanganyar hingga garis finis di Tugu Tri Dharma Astana Mangadeg, yang berjarak 6,5 kilometer. Begitu pula organisasi pemuda, PNS, TNI,Polri.

“Napak tilas sejarah kepahlawanan ini diikuti sebanyak 800 orang. Acara ini juga bertujuan meningkatkan nilai-nilai perjuangan dan mengungah semangat patriotisme generasi muda,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar, Tarsa.

Sebelum melepas ratusan peserta, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengatakan kewajiban kita semuanya untuk mengambil pelajaran, nilai-nilai hikmah dari pahlawan yang telah memerdekakan bangsa ini.

“Pangeran Samber Nyawa mempunyai ajaran rumangsa melu handarbeni (merasa memiliki), wajib melu hangrungkebi (merasa ikut membela) dan mulat sarira hangrasa wani (Mawas diri) yang patut kita terapkan,” kata Wakil Bupati.

Di rute napak tilas, peserta juga melewati Tugu Tri Dharma Perjuangan RM Said yang berada di komplek Mangadeg. Usai finis, panitia menghibur peserta dengan hiburan musik.(pd)