Kabupaten Karanganyar Deklarasi Stop BABS

Kabupaten Karanganyar mendeklarasikan sebagai Kabupaten Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan Tuntas Akses Sanitasi Menyeluruh.

Karanganyar, Senin (13/112017)

Kabupaten Karanganyar mendeklarasikan sebagai Kabupaten Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan Tuntas Akses Sanitasi Menyeluruh, dengan di tandai pembacaan komitmen dan tanda tangan bersama para pemangku kepentingan.

Deklarasi yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Minggu (12/11),  juga mengundang Duta Sanitasi, Ike Nurjanah. Ike sangat senang dengan adanya komitmen bersama tersebut.

“Kesadaran perilaku itu penting, dan ketersediaan fasilitas bagus, tapi juga harus terawat. Jangan sampai tidak terawat. ,” kata Ike Nurjanah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar mengatakan data dari Dinas Kesehatan tahun 2017 sudah tidak keluarga ada perilaku BABS di Kabupaten Karanganyar. Akses layak sudah mencapai 93,48 persen.

“Perlu bantuan yang terus dilakukan jambanisasi untuk 6.947 KK dan sisanya kategori mampu akan membangun sendiri,” kata Samsi.

Samsi juga menjelaskan, ini akan menjadi bagian sasaran sanitasi menyeluruh. Tahun 2017 ini Pemkab Karanganyar menganggarkan Rp. 9 Miliar untuk jambanisasi dan dukungan dari Desa, CSR, Baznas Karanganyar.

“Setelah Stop BABS dan Tuntas Akses, perlu ditindak lanjuti penyedotan tinja agar masyarakat dapat melakukan penyedotan tinja setiap tiga, empat tahun sekali,” kata Samsi.

Pada kesempatan itu juga diserahkan secara simbolis Kartu Sanitasi (KARSA) kepada empat Kepala Keluarga. Pemegang kartu itu berhak mendapat layanan sedot tinja gratis satu kali.

“Ini baru diterbitkan 2000 kartu KARSA untuk warga Kabupaten Karanganyar,” kata Samsi.

Ditempat yang sama Koordinator USDP, Mees Van Krimpen mengatakan mewakili seluruh tim dari UNDP mengucapkan selamat untuk Kabupaten Karanganyar, atas pencapaian yang penting ini, tentu dapat berbangga karena menjadi salah satu yang terdepan soal sanitasi.

“Pemerintah Daerah tidak bisa mencapai akses sanitasi universal hanya bekerja sendiri, namun butuh kerja sama dengan berbagai pihak di sektor sanitasi untuk mencapai tujuan bersama ini,” katanya.

“Kami sangat senang dengan segenap Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan pihak-pihak yang berperan dalam program ini. Karanganyar salah satu Kabupaten/Kota perintis dalam program USDP,” kata Mees Van Krimpen.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan setahun lalu telah disepakati bersama untuk tuntas sanitasi dalam satu tahun, dan ternyata bisa mencapai sasaran tersebut.

“Tinggal beberapa fisik  dan diselesaikan di tahun 2018. Kades, PKK, Dharma Wanita diperbaiki perlaku masyarakat. Cek saluran sanitasi, bagus apa tidak. Kebersihan lingkungan di jaga,” kata Bupati Karanganyar.

Bupati juga menjelaskan bicara universal akses, sanitasi, sebenarnya sederhana namun ini bicara masa depan.

“Untuk sedot tinja dari rumah ke rumah, kantor-kantor juga termasuk agar tuntas sanitasi,” katanya.(pd)