Pemkab Karanganyar Peringati Hari Wayang Dunia

Pentas wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Sang Kumbokarno” menampilkan tiga dalang kondang, yakni Ki Manteb Sudharsono, Ki Purbo Asmoro dan Ki Enthus Susmono.

Karanganyar, Rabu (08/11/2017)

Peringatan Hari Wayang Dunia setiap tanggal 7 November diperingati oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Namun untuk tahun 2017 terasa sangat berbeda, karena pertunjukan wayang kulit dikemas spektakuler, Selasa (07/11) di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Pentas wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Sang Kumbokarno” menampilkan tiga dalang kondang, yakni Ki Manteb Sudharsono, Ki Purbo Asmoro dan Ki Enthus Susmono. Lebih menarik lagi, ada 100 sinden dan 17 kelompok karawitan dari Kecamatan-kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Setiap tahun, sejak peringatan ke 97, Pemkab Karanganyar selalu menyatukan acara Hari Wayang Dunia dan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar. Hari Wayang didasari karena pada 7 November 2003 UNESCO telah memberikan penghargaan pengakuan secara resmi wayang adalah hasil karya agung bangsa Indonesia

“Tahun ini memang dibuat berbeda. 100 sinden karena tahun 2017 bertepatan dengan Hari Jadi ke 100 tahun Kabupaten Karanganyar, dalang Ki Manteb dan Ki Purbo memainkan wayang kulit, dalang Ki Enthus memainkan wayang golek dalam satu panggung,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi.

Di kursi tamu undangan, terlihat Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Forkopimda Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan wayang kulit merupakan karya agung budaya dari Indonesia yang terus dilestarikan.

“Kita terus berjuang agar Pemerintah segera menerbitkan keputusan tanggal 7 November Hari Wayang Dunia,” kata Bupati Karanganyar.

Wayang kulit juga dimeriahkan humor oleh Yati Pesek, Marwoto dan Gareng Semarang.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, mengapresiasi pertunjukkan dengan wayang ini karena menjadi media, sehingga komunikasi dengan masyarakat menjadi mudah.

Disela-sela acara, juga diadakan lelang perangko. Dari penawaran tertinggi dimenangi oleh pedagang bakso, Tukino Jawir, Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono dengan harga Rp. 85 juta.

Wayang kulit juga dimeriahkan humor oleh Yati Pesek, Marwoto dan Gareng Semarang. Ribuan penonton tampak memadati lokasi acara hingga akhir pentas.(pd)