Rp 25 miliar Bankeudes Siap Digelontorkan

kepala desa se-kabupaten Karanganyar yang mengikuti sosialisasi bantuan keuangan untuk pembangunan sapras desa.

Karanganyar, Kamis 26 Oktober 2017

137 Desa di Kabupaten Karanganyar akan menerima dana bantuan keuangan desa. Dana sebesar Rp25 miliar 85 juta disalurkan untuk pembangunan sarana dan prasarana di tingkat pedesaan.

Sebelum pencairan dana bantuan keuangan untuk pedesaan, Pemkab Karanganyar melalui Badan Perencanaan , Penelitian dan Pembangunan (Baperlitbang) Kabupaten Karanganyar menggelar Sosialisasi bantuan keuangan desa kepada perangkat desa se Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (20/10/2017).

Dalam sosialisasi dihadiri Sekda Karanganyar didampingi Kepala Baperlitbang Karanganyar. Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi dalam sambutannya menuturkan dana bantuan keuangan akan digelontorkan 137 desa di 16 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Untuk penyalurannya, Pemkab menggandeng Polres Karanganyar untuk pengawasannya.

“Pagi ini tadi telah dilakukan MOU Bupati dengan Kapolres terkait pengawasan dana desa,”jelasnya.

Ia berharap Pemerintah Desa dapat memanfaatkan dana bankeudes tersebut sesuai dengan proposal yang telah diajukan. Selain itu proposal harus diajukan sebelum KUA-PPAS.

“Untuk penganggaran semua harus mengajukan proposal kepada Bupati. Untuk proyek sarana dan prasarana dialokasikan 5 persen. Untuk pencairan langsung ditransfer ke rekening Pemerintah Desa,”katanya.

Sementara itu Inspektur pada Inspektorat Karanganyar, Sucahyo menjelaskan penggunaan dana desa diawasi oleh pihak Kepolisian oleh karenanya jangan sampai terjebak pada regulasi yang kurang dipahami.

“Penandatanganan kesepakatan bersama Bupati dan Kapolres tentang dana desa. Penyaluran dana desa akan dikawal dan diawasi langsung Kepolisian. Dan tugas pengawasan ini juga diberikan kepada Babinkantibmas,”tuturnya.

Dijelaskan Bankeu mekanismenya melalui APBDes dan Kepala Desa harus mengetahui. Bankeu untuk Surat Pertanggung Jawabannya (SPJ) harus sesuai realisasinya dengan dilapangan.

“Jika masih sisa, maka sisanya itu dimasukkan dalam rekening untuk SILPA untuk dianggarkan tahun depan. Jadi kuncinya dana desa dapat digunakan sesuai  dengan volumenya,”jelas Sucahyo.

Demikian Diskominfo (ind/ppt)