PKL Depan Eks PG Colomadu Direlokasi

Selamatan pindahan pedagang kaki lima Eks Pabrik Gula Colomadu

Karanganyar, Selasa (17/10/2017)

Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Eks Pabrik Gula (PG) Colomadu direlokasi ke sebelah utara di kawasan Sumur Bor, Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Selasa (17/10) pagi.

Prosesi pindahan itu terlihat sederhana. Dimulai dari Kantor Kecamatan Colomadu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo ikut berjalan kaki sepanjang 300 meter dengan puluhan pedagang, diiringi reog Ponorogo.

“Jumlah PKL yang pindahan sebanyak 38 pedagang. Dan sebelumnya telah disosialisasikan selama dua kali. Pindahan ini juga disediakan berbagai fasilitas, listrik dan air bersih,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki.

Waluyo juga meminta kepada pedagang tanggal 20 Oktober 2017, tempat berjualan yang lama sudah bersih untuk dipindahkan semua. Selain itu juga pedagang bisa pasang bongkar tenda sendiri ditempat yang baru.

“Di tempat yang baru, Jam 15.00 WIB bisa berjualan, dan jam 23.00 WIB sudah bersih atau dibongkar sendiri tendanya,” kata Waluyo Dwi Basuki.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan proyek revitalisasi eks Pabrik Gula Colomadu yang dianggarkan BUMN sebesar hampir Rp. 2 triliun mempunyai daya tarik yang bagus, apalagi disini dekat dengan Bandara Adi Sumarmo.

“Even nasional dan internasional bisa di situ. Letaknya juga strategis. Maka disini ditata lebih bagus,” kata Bupati Karanganyar.

Dikatakan lebih lanjut oleh Bupati, bila waktu kuliner mulai buka, maka jalan disini akan ditutup, dan disediakan hiburan gratis seperti musik keroncong dan campur sari.

“Nanti akan disiapkan tenda dan gerobaknya, agar menarik. Tadi juga sudah diberi sedikit bantuan dana,” kata Bupati.

Ditempat yang sama, Pimpinan CV Sinergi, Edison Suardi, mengatakan revitalisasi eks PG Colomadu itu mencapai enam tahapan. Saat ini untuk tahap satu icon pabrik dimunculkan dan menghabiskan dana sekitar Rp. 180 Miliar.

“Tembok depan akan dipugar. Nantinya dibuat tralis, sehingga bangunan bisa terlihat dari luar,” kata Edison Suardi.

Dari tahap ke tahap, lanjut Edison, memakan waktu sekitar dua tahun. Sedangkan konsep yang dimunculkan adalah bertema heritage.(pd)