CTPS Hindarkan Bakteri Ditangan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (kedua dari kiri), Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar, Siti Khomsiyah Juliyatmono (ketiga dari kanan), dan Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo (kiri) saat mempraktekkan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

Karanganyar, Senin (16/10/2017)

Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar, Siti Khomsiyah Juliyatmono mengajak membiasakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) agar terhindar dari bakteri penyakit yang menempel di tangan.

“Kita menekankan untuk membiasakan pola hidup bersih sehat di Kabupaten Karanganyar, membudayakan CTPS,” kata Siti Khomsiyah Juliyatmono, di sela-sela acara CTPS Tahun 2017, Minggu (15/10), di Alun-alun Kabupaten Karanganyar.

Acara yang diprakarsai oleh TP PKK Kabupaten Karanganyar itu juga praktek CTPS oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Kepala Dinas Kesehatan, Cucuk Heru Kusumo dan di hadapan ratusan ibu-ibu masyarakat Kabupaten Karanganyar.

“CTPS ini sebenarnya sederhana. Cuci tangan dengan sabun namun dampaknya sangat luar bisa, kita bisa terhindar dari bakteri-bakteri,” kata Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar mengatakan CTPS yang benar yakni ambil sabun secukupnya kemudian di ratakan di kedua tangan, gosok punggung tangan dan sela jari kiri dan kanan.

Kemudian balik, gosok telapak tangan beserta sela-sela jari. Lalu dua sisi tangan saling mengunci dan digosok dengan ibu jari bergantian. Gosok ibu jari dengan cara diputar yang kiri dan kanan.

“Untuk membersihkan kuku, gosok ujung jari ditelapak tangan secara bergantian. Kemudian bilas air bersih yang mengalir dan keringkan dengan tisu,” katanya.

Yang paling penting cuci tangan dengan sabun adalah, setelah buang air besar, sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, sebelum memasak makanan, sebelum menyusui.

Selain itu juga sebelum menyuapi, setelah mencebok adik bayi, setelah kontak dengan unggas, setelah kontak dengan pestisida, setelah bermain, setelah bekerja, dan bagi dokter, bidan, perawat/tenaga kesehatan setelah menangani pasien.

“Kita juga sedang mengagas di kawasan PKL diberikan fasilitas cuci tangan dengan air mengalir. Biasanya kan hanya di kobokan. Justru disitu banyak bakteri yang mengumpul. Sebelum dan sesudah makan juga disitu,” katanya.(pd)