Wahyu Kliyu, Upacara Adat Sedekah Apem

kominfo
Asisten Pemerintah Setda Karanganyar Bachtiyar Syarif (Kaos Hitam Tengah) saat membuka Kirab Budaya Grebeg Lawu 2017 di Panggung Terminal Jatipuro, Jumat Sore (06/10)

Dusun Kendal Desa Jatipuro Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar memiliki upacara adat yang dilaksanakan setahun sekali setiap tanggal 15 bulan Sura (Muharam). Wahyu Kliyu “sedekah Apem” dilaksanakan dengan cara saling melempar Kue Apem yang dilakukan oleh warga Kendal.

Wahyu Kliyu merupakan upacara adat yang dilakukan masyarakat Kendal untuk memohon keselamatan kepada Allah SWT supaya warga mendapatkan anugerah dan memiliki kekuatan lahir batin sehingga dihindarkan dari bencana dan mala petaka, yang akan berdampak kepada masyarakat Kendal yang aman, tentram, dan sejahtera.

Kue Apem yang dimaknai dari bentuknya yang bulat, memiliki arti lambang pengayoman, peneduh, dan penyejuk sekaligus memupuk rasa persatuan dan kesatuan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Camat Jatipuro Eko Budi Hartoyo mengatakan ada yang beda dengan pelaksanaan Wahyu Kliyu tahun ini. Jika tahun sebelumnya pelaksanaan Wahyu Kliyu hanya pada malam harinya, maka tahun ini diawali dengan prosesi kirab budaya Grebeg Lawu 2017 dari 4 Kecamatan sekitar seperti Kecamatan Jumantono, Kecamatan Jumapolo, Kecamatan Jatiyoso dan Kecamatan Jatipuro.

Hal tersebut dimaksudkan untuk menggiatkan potensi wisata yang ada sekaligus melestarikan budaya yang telah turun temurun dilakukan oleh leluhur.

“Ritual Wahyu Kliyu sendiri akan diselenggarakan di Dusun Kendal Lor nanti malam jam 12. Sebelumnya akan diadakan pertunjukan Wayang Orang RRI Surakarta dan Wayang Kulit semalam suntuk”, kata Eko Budi

Pelaksanaan Kirab Budaya Grebeg Wahyu Kliyu, Jumat Sore (06/10) merupakan pertama kali penyelenggaraannya di Kecamatan Jatipuro, untuk itu Eko Budi menambahkan nantinya kirab seperti ini akan diselenggarakan tiap tahun dan diharapkan semakin meriah. Demikian Diskominfo (ad/adt)