Pemkab Siap Fasilitasi Pemasaran Produk Hasil KKN

DISKOMINFO
Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Samsi saat menutup kegiatan penarikan KKN Univet di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (06/10).

Karanganyar, Jum’at 6 Oktober 2017

Pemkab siap memfasilitasi produk makanan lokal hasil olahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Karena produk ini dapat meningkatkan perekonomian warga di pedesaan khususnya.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi saat menutup kegiatan penarikan Mahasiswa KKN Univet Bantara Sukoharjo, Jum’at (6/10/2017) pagi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Menurut Samsi, ia akan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Karanganyar khususnya Baperlitbang dan Disdagnakerkop dan UKM. Karena produk makanan potensi lokal ini tentunya akan menjadi salah satu penggerak ekonomi warga desa. Untuk itu, ia berharap untuk diperhatikan kualitasnya.

“Produk-produk makanan olahan ini harus dikembangkan. Dari Baperlitbang dan Disdagnakerkop untuk dibantu pemasarannya, ijinnya dan kemasannya,”terang Samsi.

Ditambahkannya, Pemkab berterima kasih kepada Universitas Veteran Bantara Sukoharjo yang telah memilih Kabupaten Karanganyar tepatnya Kecamatan Matesih dan Tawangmangu di 20 desa sebagai lokasi pelaksanaan KKN yang berlangsung kurang lebih dua bulan tersebut.

“Semoga pengabdian menjadi mahasiswa KKN menjadi kontribusi lebih memajukan pembangunan Karanganyar,”pesannya.

Sementara itu Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Ali Mursyid mengatakan pihak Univet telah menerjunkan 209 mahasiswa untuk melaksanakan KKN di dua kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

“Pelaksanaan KKN telah selesai dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan, mulai 7 Agustus sampai 6 Oktober. Dari 209 mahasiswa terbagi di dua kecamatan yakni Kecamatan Matesih di sembilan desa dan Kecamatan Tawangmangu di sepuluh desa,”tuturnya.

Lebih lanjut Ali Musryid berharap dari pelaksanaan KKN tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat begitu pula sebaliknya memberikan pengalaman berharga untuk mahasiswa dalam berkehidupan bermasyarakat.

Demikian Diskominfo (ft/ind)