53,2 MILIAR DANA DESA TAHAP II SIAP DICAIRKAN

DISKOMINFO
Bupati Karanganyar Juliyatmono Memberikan Pengarahan Dalam Rangka Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Dana Desa tahap II di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (5/10).

Karanganyar, 05 Oktober 2017

Dana desa tahap I (60 persen) Kabupaten Karanganyar sebesar Rp 79,8 miliar telah dicairkan pada awal bulan Mei lalu, sementara pencairan dana desa tahap II (40 persen) sebesar Rp 53,2 miliar segera cair pada bulan Oktober ini.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada persiapan pelaksanaan kegiatan dana desa tahap II, Kamis (05/10/2017) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Menurut Bupati Karanganyar, Juliyatmono, pencairan dana desa ini diperuntukkan kepada seluruh desa di 16 Kecamatan di wilayah Kabupaten Karanganyar. Sedangkan kalurahan di Kecamatan Karanganyar kota tidak mendapatkan dana desa.

Bupati menghimbau untuk seluruh desa di enam belas Kecamatan yang mendapatkan dana desa untuk segera menyelesaikan laporan pertanggungjawabannya dengan baik. Karena BPK telah memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Tolong segera dibereskan secara administrasi karena dana desa yang akan diterima nilai rata-ratanya sebesar Rp 300 juta,”tuturnya.

Lebih lanjut Bupati menekankan jangan sampai beresiko hukum dan jangan ada sisa anggaran karena hal itu akan menunjukkan ketidaksiapan dalam perencanaan dan dinilai kurang efektif dalam melaksanakan kegiatan.

“Lewat APBD Perubahan melalui bankeu untuk segera diikuti sesuai proposal yang benar, karena kami berharap 2018 laporan keuangan daerah awal Februari sudah kita kirim ke BPK untuk menjadi yang tercepat, karena kita kemarin masih diperingkat ke tiga,”tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Karanganyar, Utomo Sidi Hidayat mengatakan Kabupaten Karanganyar untuk pencairan dana desa tahap II ini menjadi yang paling awal.

“Di Jawa Tengah baru ada dua yang mencairkan dana desa tahap II ini, yakni yang pertama Kabupaten Karanganyar lalu Purworejo itupun baru sebagian,”terangnya. Demikian Diskominfo (ft/ind).