Bupati Teken MOU Dengan Polda Jateng Cari Calon Polisi Berbakat

Penandatanganan Nota Kesepahaman Bupati Karanganyar (dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo) dengan Polda Jawa Tengah oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Condro Kirono, berlangsung di Aula Ditlantas Polda Jawa Tengah.

Karanganyar, Sabtu (16/09/2017)

Bupati Karanganyar meneken MOU dengan Polda Jawa Tengah untuk mencari calon Polisi berbakat dari putra daerah dengan mengadakan Pembinaan dan Latihan Calon Peserta Seleksi Penerimaan Anggota Polri Tahun 2018.

Penandatanganan Nota Kesepahaman Bupati Karanganyar (dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo) dengan Polda Jawa Tengah oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Condro Kirono, berlangsung di Aula Ditlantas Polda Jawa Tengah, Kamis (14/09) siang. Hal itu sebagai bentuk mencari calon-calon anggota Polri yang berprestasi, unggul dan kompetitif.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Condro Kirono, mengatakan setelah lulus diterima menjadi anggota Polri akan dikembalikan ke daerah setempat. Bagi peserta Pembinaan dan Latihan (Binlat) tetap ikut seleksi penerimaan anggota Polri.

“Ini independen, dan bukan jaminan setelah ikut latihan pasti lulus. Tetapi kebanyakan yang lulus itu sudah latihan persiapan dulu,” kata Kapolda Jawa Tengah.

Kapolda Jawa Tengah juga menjelaskan program Binlat ini merupakan instruksi seluruh Indonesia, namun di Jawa Tengah yang baru siap ada tiga Kabupaten (Jepara, Sukoharjo, Karanganyar).

“Sasaran di Pulau Karimunjawa, dan Pondok pesantren. Nanti akan menyusul Kabupaten/Kota lainnya. Kita mempersiapkan orang-orang yang punya bakat dan potensi tetapi tidak tau latihan apa,” katanya.

Di tempat yang sama Karo SDM Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Rudi Darmoko menjelaskan peserta Pembinaan dan Latihan (Binlat) tidak mendapatkan perlakukan khusus dalam mengikuti seleksi.

“Proses seleksi tetap dilaksanakan dengan prinsip betah, obyektif, unggul dan kompetitif dengan target clear and clean serta bebas KKN,” katanya.

Syarat Calon Peserta Binlat meliputi diutamakan putra daerah yang berusia minimal 16 tahun sampai 19 tahun, duduk di kelas 3 SMA/Sederajat dan atau sudah lulus maksimal 2 tahun, memenuhi standar minimal untuk menjadi anggota Polri, mempunyai minat kuat menjadi anggota Polri dan tidak pernah terlibat tindak pidana/narkoba dibuktikan dengan SKCK.

“Jangka waktu September (proses pencarian calon), Oktober (proses seleksi calon), November(tahun 2017)-Januari (tahun 2018) (Proses Binlat), Februari (proses penilaian dan evaluasi),” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengatakan sangat mendukung adanya pencarian dan Binlat tersebut, sehingga didapatkan calon-calon yang berprestasi, apalagi  jika sudah diterima kembali ke daerah masing-masing.

“Tentunya kami mendukung pencarian calon-calon anggota Polri yang unggul dan berprestasi.Untuk Binlat sudah disiapkan anggarannya,” katanya.(pd)