Sistem Geospasial Mempermudah Penegasan Batas Wilayah

KOMINFO
Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara ‘Temu Kerja Delineasi’ di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (09/9).

Karanganyar, Kamis 7 September 2017

Peran informasi geospasial dalam proses delineasi batas wilayah administarsi desa dan Kalurahan sangat penting karena pembangunan dimulai dari desa.

Hal tersebut dikemukakan Dodi Sukmayadi selaku Deputi Bidang Informasi Geospasial Dasar pada temu kerja delineasi batas wilayah administrasi desa/kalurahan secara kartometrik, Kamis (7/9/2017) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Disampaikan, dimana dari Pusat Badan Informasi Geospasial (BIG) dibawah Menteri Perencanaan Pembangunan dan BPS (Badan Pusat Statistik) dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), semua informasi pembangunan tingkat Pusat sampai Provinsi harus berdasar geospasial agar pembangunan tidak saling tumpang tindih, bermanfaat. Adapun persaingan tetap sehat untuk pertumbuhan masyarakat yang sehat pula.

Lebih lanjut ia menjelaskan peran geospasial kedepan untuk meminimalkan aspek kemiskinan dan keterbelakangan.

“Seperti di Kota Medan, Pemerintah disana benar-benar menggunakan Informasi Geospasial. Kotanya menjadi tertib, aman, wilayah-wilayah kumuh sudah tertata dengan baik, persoalan sampah juga dapat dikendalikan,”tuturnya.

Bila desa berdasar geospasial dengan garis yang jelas letak kewenangannya, hal ini akan mempermudah penataan dan meningkatkan ekonomi masyarakat serta jalur transportasi atau akses lebih mudah.

“Seperti rencana tata ruang dari sinilah peran geospasial. Penentuan dan penegasan batas desa sangat penting. Sekarang Desa dituntut menggunakan informasi geospasial, baik letak puskesmas, sekolah bahkan dana desa pun dapat dilihat. Dengan data geospasial akan mempermudah semuanya, karena BIG menggunakan  foto satelit resumsi tinggi”terangnya.

Sementara itu Bupati dalam sambutannya sekaligus membuka temu kerja tersebut mengatakan delineasi adalah penggambaran hal penting dengan garis dan lambang yang berwujud dalam bentuk peta.

“Adanya informasi geospasial, siapapun yang ingin berinvestasi dapat berkesinambungan dan tidak ada kesulitan dalam proses,”ujarnya.

Ditambahkannya, geospasial akan mempermudah batas wilayah, potensi dimasing-masing wilayah tersebut dan meningkatkan sektor ekonomi masyarakatnya.

“Masyarakat harus diberi pemahaman, jangan ribut karena masalah patok tanah, meteran karena sekarang ada sistem foto satelit yang akurat hasilnya,”imbuhnya.

Bupati berharap dilaksanakannya kegiatan ini masyarakat mendapat kepastian dan pelayanan yang baik. Dengan adanya batas-batas wilayah  tidak akan terjadi lagi sengketa tanah dan tentunya menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Demikian Diskominfo (ft/ind)