Festival Dolanan Anak Sebagai Ajang Pelestarian Dan Pengembangan Budaya Permainan Tradisional

Bupati Karanganyar membuka festival dolanan anak di Pendopo Rumah Dinas Bupati (05/09/2017)

Karanganyar, Selasa (05/09/2017)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selenggarakan Festival Dolanan Anak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa Pagi (05/09). Bupati Karanganyar Juliyatmono berkenan hadir dalam acara tersebut didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Sekda Karanganyar dan Kepala OPD terkait.

Peserta yang merupakan perwakilan dari 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar adalah Anak didik berusia 7 sampai dengan 13 tahun yang bergabung dalam tim kesenian sekolah.

Festival dolanan anak dibuka dengan tarian Mahesa Karu oleh Siswa SD Negeri 1 Karanganyar yang merupakan juara pertama Festival dan Lomba Seni siswa Nasional (FLS2N) Sekolah Dasar tingkat Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengatakan Pemerintah memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Ilmu Pengetahuan dan Agama merupakan kebutuhan mutlak anak untuk menatap masa depan, akan tetapi lewat permainan tradisional anak akan diasah rasa percaya dirinya dan interaksi dengan teman serta lingkungan sekitar.

“Selamat berjuang dan bersenang-senang, ikuti Festival Dolanan anak ini dengan baik”, kata Juliyatmono

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agus Hariyanto melaporkan pelaksanaan Festival Dolanan Anak tahun ini mengambil tema “Dolanan Anak Yang Mengandung Kreativitas dan Kekompakan Agar Membangun Jiwa Kegotong-Royongan Antar Sesama Anak Didik”.

Ditambahkan lebih lanjut Agus Hariyanto mengatakan bahwa Festival ini merupakan agenda tahunan Kabupaten Karanganyar dalam rangka menyelamatkan dan melestarikan serta mengembangkan jenis permainan tradisional anak-anak yang berada di Jawa Tengah terkhusus di Kabupaten Karanganyar.

Diharapkan dengan ini, anak-anak tertarik dengan permainan/kesenian tradisional di tengah era modernisasi dimana teknologi telah menguasai hampir seluruh sektor. Demikian Diskominfo (ad/adt)