Bupati : Awasi Peredaran Rokok Ilegal

kominfo
Bupati Karanganyar, Juliyatmono beri pengarahan pada Sosialisasi Pengguna Cukai Rokok, Rabu (23/8/2017).

Karanganyar, Rabu 23 Agustus 2017

Bupati Karanganyar meminta masyarakat untuk berperan aktif membantu  mengawasi peredaran rokok ilegal. Dikarenakan banyaknya peredaran rokok tidak berlabel  mengakibatkan kerugian negara karena bebas pajak.

Hal tersebut disampaikan Juliyatmono pada Sosialisasi pengguna cukai rokok DBHCHT di Gedung Pandusita Pabrik Gula Sondokoro, Tasikmadu, Karanganyar. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu – Kamis (23/8 sampai dengan 24/8/2017) tersebut diikuti Aparat Kecamatan, Perangkat Desa, Pedagang, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama.

Masih beredarnya rokok ilegal dipasaran menjadi perhatian Pemkab Karanganyar. Untuk itu masyarakat maupun pedagang diminta turut membantu pemerintah dalam mengawasi rokok-rokok ilegal yang masih dijual di pasaran.

“Ada temuan rokok ilegal segera laporkan ke petugas dalam hal ini Satpol PP, supaya nantinya segera dilakukan penertiban,”ujar Bupati.

Lebih lanjut Juliyatmono mengatakan komoditas tembakau dan cukai di wilayah Karanganyar cukup tinggi. Untuk cukai seperti di daerah Gondangrejo, Jaten dan tembakau di Colomadu, Ngargoyoso, Jenawi.

“Cengkeh juga ada di wilayah Karanganyar, tapi dari harga kurang begitu bagus,”jelasnya.

Ia mengungkapkan Karanganyar terdapat pabrik rokok karena memang ada tembakau, cengkeh sehingga Karanganyar mendapat pajak tembakau sebesar Rp 14 sampai Rp 15 miliar setiap tahunnya.

“Pendapatan pajak rokok fungsinya dikembalikan lagi agar para petani tembakau tetap berkembang, kelompok-kelompok UMKM di sekitaran Pabrik diberi pembekalan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan Satpol PP mengenai peraturan daerah dan penertiban rokok ilegal,”terangnya.

Sementara itu salah satu narasumber pada kegiatan sosialisasi tersebut, Joko Nugroho selaku Kepala Bidang Penegakan Perda Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Karanganyar menyampaikan  masih banyak ditemukan rokok yang tidak dilekati pita cukai. Umumnya dijual di warung-warung kecil dan penjual oprokan di pasar tradisional. Penjualan lebih banyak ditemukan di daerah perbatasan, baik antar propinsi maupun perbatasan dengan Kabupaten tetangga.

“Segera laporkan kepada Satpol PP bila mengetahui ada usaha pembuatan rokok yang memperoduksi rokok tanpa cukai/cukai palsu,”terangnya

“begitu pula dengan toko/warung harus menolak sales rokok yang menawarkan rokok tanpa pita cukai/cukai palsu,”harapnya.

Demikian Diskominfo (adt/ind)