FK METRA Karanganyar Raih Juara Propinsi Jateng

kominfo
salah satu aksi FK. Metra Kabupaten Karanganyar pada Final Lomba FK Metra Jateng Minggu Malam (20/8)

Karanganyar, Senin 21/8/2017

FK Metra Jawa Tengah adakan Festival Pertunjukan Rakyat (Pertunra) yang diikuti oleh FK Metra Kabupaten Kota se Jawa Tengah tahun 2017. Seleksi diadakan tingkat regional di tiga tempat yang berbeda yaitu Balai Budaya Kabupaten Kudus (16/05), Pendopo Kabupaten Purworejo (17/05) dan Kabupaten Brebes (19/05).

FK Metra Karanganyar sendiri mengikuti penyisihan di Kabupaten Purworejo dengan 10 peserta lainnya yaitu Kabupaten Wonosobo, Kota Magelang, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Kebumen

Putaran final FK Metra dilaksanakan Minggu (20/8) kemarin di Panggung Budaya Pusat Rekreasi dan Pusat Pembangunan (PRPP) Semarang, Jawa Tengah. Final diikuti oleh 6 Kabupaten/Kota yaitu FK Metra Kab./Kota yakni: Kabupaten Rembang, Karanganyar, Purbalingga, Pekalongan, Grobogan dan Magelang. FK. Metra Kabupaten Karanganyar menampilkan kesenian ketoprak dengan judul cerita Ontran – Ontran Mbulak Gambul yang menceritakan tentang fenomena kehidupan manusia yang sering terjadi dalam mendapatkan jabatan dan kekuasaan dengan menghalalkan berbagai cara untuk meraihnya, seperti dengan cara korupsi, kolusi, nepotisme, politik uang, dan lain sebagainya.

Sekda Propinsi Jawa Tengah Sri Puryono dalam sambutannya mewakili Gubernur Jawa Tengah memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. FK Metra sebagai pejuang budaya yang peduli akan kemajuan dan kelestarian budaya tradisional dinilai mampu sebagai media alternative dalam menyampaikan informasi kepada masyakat lewat seni budaya tradisional. Tidak hanya sebagai media penyalur informasi, diharapkan FK Metra juga mampu mengedukasi sekaligus nguri-uri budaya yang saat ini mulai luntur bahkan sudah mulai dilupakan.

“Ada pesan sosial dan pembangunan yang bisa disampaikan lewat pertunjukan pentas rakyat ini, kalau diperlukan sampaikan juga permintaan maap jika selama ini pemerintah belum bisa memuaskan warganya”, jelas Sri Puryono

Dijelaskan lebih lanjut oleh Sri Puryono, terbentuknya FK Metra dinilai efektif sebagai media komunikasi pemerintah dengan warganya dalam menghadapi isu-isu yang berkembang saat ini, untuk itu Propinsi Jawa Tengah akan memberikan edaran bagi daerah yang belum membentuk FK Metra.

Sementara itu Kepala Diskominfo Propinsi Jawa Tengah Dadang Somantri mengatakan bahwa FK Metra merupakan organisasi kemasyarakatan yang mewadahi seluruh komunitas tradisional yang ada di seluruh indonesia ditingkat pusat, propinsi dan kabupaten kota. Diharapkan dengan terbentuknya dapat membantu dan memperlancar penyebaran arus komunikasi publik kepada masyarakat sampai pelosok pedesaan sesuai dengan seni budaya daerah masing-masing.

Terkait pelaksanaan final FK Metra Minggu (20/8) lalu, Dadang melaporkan bahwa dewan juri lomba merupakan orang yang berkompeten di bidangnya seperti Maston Lingkar (Teator Lingkar), Daniel Hakiki (FK Metra Prop Jawa Tengah), dan Handry TM (Dewan Kesenian Semarang).

Setelah keenam FK Metra peserta final Pentura Jateng 2017 tampil, dewan juri memutuskan FK Metra Kabupaten Karanganyar sebagai juara 1 dan berhak mewakili Propinsi Jawa Tengah di pentas yang sama yang akan diselenggarakan oleh FK Metra Pusat. Diikuti kemudian oleh FK Metra Kabupaten Purbalingga sebagai juara 2 dan FK. Metra Kabupaten Rembang sebagai juara 3. Harapan 1 diraih oleh FK. Metra Kabupaten Pekalongan, disusul FK. Metra Kabupaten Grobogan, dan FK Metra Kabupaten Magelang. Demikian Diskominfo (tim liputan)