Desa Buran Jadi Percontohan Desa Sadar Jamsostek

KOMINFO
Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Direktur Utama Perluasan Kepesertaan Jamsostek Ilyas Lubis menandatangani Prasasti di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (15/8).

Karanganyar, Selasa 15 Agustus 2017

Pemkab Karanganyar bersama BPJS melaunching Desa Buran sebagai salah satu Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaaan (Jamsostek). Peresmian dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (15/8/2017).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Karanganyar didampingi Dirut Perluasan Kepesertaan Jamsostek, Forkopimda Karanganyar, Jajaran Kepala OPD Karanganyar terkait serta Perangkat desa di wilayah Karanganyar.

Pemkab Karanganyarmendukung program yang telah  diterapkan BPJS dalam rangka memberikan jaminan sosial kepada seluruh tenaga kerja di pedesaan dan mengapresiasi Desa Buran Kecamatan Tasikmadu menjadi Desa sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang memenuhi empat program BPJS meliputi  Jaminan kecelakaan kerja, Jaminan hari tua, Jaminan Pensiun dan Jaminan kematian.

”Semoga melalui launching desa Buran desa sadar Jamsostek dapat diikuti desa-desa yang lain, harapan masyarakat dapat lebih sejahtera sehingga BPJS Jamsostek dapat menjadi sahabat tenaga-tenaga kerja di desa,”tuturnya.

Lebih lanjut Bupati menghimbau  pemerintahan desa agar dalam penyusunan APBDes seluruh perangkat desa di wilayah Karanganyar dapat diikutsertakan dalam BPJS karena hal tersebut merupakan pemenuhan kegiatan dalam melaksanakan Undang-Undang.

“BPJS ini amanat Undang-Undang sehingga mengikat untuk mengikutsertakan seluruh tenaga kerja. Dan perlu diketahui BPJS tidak akan kekurangan dana, jadi berapapun besar biaya akan diklaim BPJS,”terangnya.

Sementara itu Direktur Utama Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga, ilya Lubis mengatakan BPJS Ketenagakerjaan melaksanakan tugas negara yakni agar negara memberikan jaminan sosial kepada warganya.Sebagaimana Undang-Undang mengatakan setiap pekerja di Indonesia berhak atas perlindungan.

“Oleh karenanya pekerja di Indonesia berhak atas perlindungan untuk menuju tenaga kerja yang sejahtera. Dan wajib yang menjadi peserta adalah seluruh pekerja,”terangnya.

Disampaikannya jaminan perlindungan sosial ini merupakan salah satu bentuk mendukung nawacita Presiden RI Joko Widodo.

“Desa sebagai tumpuan dimana geliat ekonomi dan tenaga kerja tumbuh sehingga BPJS Jamsostek wajib memberikan perlindungan kepada tenaga kerja, pelaku usaha di desa-desa,”tuturnya.

Ilyas lubis menyampaikan sebanyak 226 pencanangan desa di Indonesia sebagai desa sadar Jamsosotek termasuk  49 desa di Provinsi Jawa Tengah, dengan demikian desa tersebut terlindungi secara paripurna dan ekonomi tetap berjalan.

“Harapan kami seluruh tenaga kerja di desa dapat terlindungi dari resiko-resiko bekerja yang berdampak pada peningkatan perekonomian di desa,”pesannya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan MOU Desa Buran Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar, Desa Pondok Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo dan Desa Tirtomulyo Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri.

Demikian Diskominfo (ft/ind)