209 Mahasiswa KKN Univet Siap Diterjunkan di 19 Desa

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan sambutan dalam acara Penerimaan KKN UNIVET di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin (7/8).

Karanganyar, Senin 07 Agustus 2017

Penerjunan sejumlah 209 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Veteran Bantara Sukoharjo yang tersebar di 19 desa di wilayah Kabupaten Karanganyar secara resmi dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar,  Senin (7/8/2017).

Rombongan Mahasiswa KKN Univet Sukoharjo tersebut diterima langsung Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Pelaksanaan KKN dilakukan selama dua bulan, mulai Tanggal 7 Agustus sampai dengan 7 Oktober 2017 .

Kegiatan  KKN ini berlokasi di dua Kecamatan yakni Kecamatan Matesih sejumlah 98 mahasiswa yang tersebar di 9 desa yakni desa Matesih, Dawung, Gantiwarno, girilayu, Karangbangun, Koripan, Ngadiluwih, Pablengan, Plosorejo dan Kecamatan Tawangmangu  sejumlah 111 mahasiswa yang tersebar di 10 desa yakni desa bandardawung, Blumbang, Gondosuli, Kalisoro, Karanglo, Nglebak, Plumbon, Sepanjang, Tawangmangu, Tengklik.

Bupati Karanganyar dalam sambutannya mengatakan mahasiswa KKN adalah agen perubahan yang berfikir secara hebat berdasar data yang akurat sehingga bisa menghasilkan output yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Sumber data adalah Tuhan YME apapun agamanya pasti punya kitab suci, itu adalah sumber kebenaran yang hakiki dan sumber ilmu pengetahuan yang diakui kebenarannya berdasar literatur-literatur sehingga ouput yang dihasilkan berkualitas,”terangnya dihadapan mahasiswa KKN Univet.

Ditambahkannya karena tujuan KKN adalah pengalaman dan wawasan maka dua aspek inilah yang memperkaya data.

Sementara itu Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ali Mursyid menghimbau seluruh mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo dalam melaksanakan KKN untuk selalu menjaga sikap dan nama baik almamater.

“mahasiswa KKN yang mengikuti KKN ini multi disiplin ilmu, sehingga mudah-mudahan ketika terjun di desa-desa nantinya bersama masyarakat memberi manfaat itulah sebuah usaha dan harapan yang harus diupayakan,”tuturnya.

“Jangan banyak bertingkah, jaga almamater, harus dapat membawa diri pada waktu dan situasi di desa lokasi KKN,”pesannya.

Demikian Diskominfo (ind/ft)