Karanganyar Menjadi Salah Satu Tujuan Travel Heritage 2017

KOMINFO
Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Samsi mewakili Bupati Karanganyar saat membacakan sambutan dalam acara Travel Heritage di Hotel Taman Sari Karanganyar, Rabu (19/07).

Karanganyar, Rabu 19 Juli 2017

Banyaknya tempat wisata bersejarah di Kabupaten Karanganyar menarik perhatian dari Balai Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (BPWBCB DIY).

Pemilihan Kabupaten Karanganyar sebagai tujuan Travel Heritage 2017 bukanlah pemilihan asal-asalan, namun dilatarbelakangi kesejarahan yang dimiliki Kabupaten Karanganyar dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Keraton Yogyakarta.

Hal tersebut dikatakan Sekretariat Daerah Karanganyar, Samsi selaku mewakili Bupati  saat menyampaikan sambutannya sekaligus membuka Sarasehan Travel Heritage 2017 Karanganyar, Rabu (19/07/2017) di Hotel Tamansari Karanganyar.

“Pasalnya cikal bakal Keraton Kasultanan Yogyakarta dimulai dengan penandatangan Perjanjian Giyanti yang merupakan kesepakatan antara VOC, pihak Mataram diwakili oleh Sunan Pakubuwana III dan kelompok Pengeran Mangkubumi,”tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Perjanjian yang ditandatangani pada Tanggal 13 februari 1755 ini secara de facto dan de jure menandai berakhirnya Kerajaan Mataram.  Selanjutnya  wilayah Mataram dibagi menjadi dua, yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Nama Giyanti diambil dari lokasi penandatanganan perjanjian ini, yaitu di Desa Giyanti yang berada di Dukuh Kerten Desa Jantiharjo di sebelah tenggara kota Karanganyar.

“Diwilayah Kabupaten Karanganyar banyak sekali peninggalan sejarah yang sungguh luar biasa, terdapat 37 warisan cagar budaya yang terdaftar di Kabupaten Karanganyar. Termasuk Candi Sukuh dan Candi Cetho yang pada tahun 1955 telah diusulkan masuk warisan dunia UNESCO,”terangnya.

Ditambahkannya dengan adanya hubungan Yogyakarta  dan Karanganyar, melalui Travel Heritage dari Balai Pelestarian Warisan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan DIY menggandeng Pemkab Karanganyar dalam hal ini Disdikbud Karanganyar dan Disparpora Karangayar,  diharapkan kegiatan ini dapat menyosialisasikan pentingnya kesadaran dalam melestarikan cagar budaya di kedua daerah.

Pada kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber yakni Dian lakshmi Pratiwi, SS, MA dari Dinas Kebudayaan DIY, Drs. Tarsa, M.Pd Kepala Disdikbud Karanganyar dan Tokoh budayawan Ir. Yuwono Sri Suwito.

Sementara itu salah satu narasumber, Dian lakshmi Pratiwi selaku Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan DIY menjelaskan makna Travel Heritage ini merupakan nama/judul/identitas kegiatan pemanfaatan cagar budaya melalui promosi pelestarian dalam segala bentuk kreatifitasnya presentasinya, baik bersifat publikasi, sosialisasi, kampanye maupun misi pelestarian lainnya yang dilaksanakan secara terpadu, tersistem dan berkelanjutan.

“Tujuan Travel Heritage ini untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian publik terhadap pelestarian cagar budaya dengan membangun networking/jejaring yang saling memberi dan memperoleh manfaat dari kegiatan ini,”jelasnya dihadapan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI), Guru Sejarah, Jajaran Dinas terkait serta Pelajar.

Demikian Diskominfo Karanganyar (ft/ind)