Mahasiswa Harus Mampu Menjadi Problem Solver

kominfo
Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menerima rombongan peserta KKN dari UNS, Rabu Siang (12/7)

Karanganyar, Rabu (12/07/2017)

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengirimkan mahasiswanya untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah bumi Intanpari. Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo beserta jajaran OPD terkait menerima rombongan peserta KKN beserta pendamping di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu Siang (12/7). Selama hampir sebulan lebih yakni tanggal 12 Juli sampai berakhir tanggal 24 Agustus, 152 mahasiswa peserta KKN akan homestay di rumah warga sasaran kegiatan yakni di 10 desa yang berada di Kecamatan Mojogedang  dan  6 desa di Kecamatan Jenawi.

Dalam acara tersebut Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menyambut baik atas kegiatan ini. Kegiatan rutin ini diharapkan mempunyai efek yang baik untuk Pemkab Karanganyar, Universitas dan mahasiswa sendiri.

Rohadi menyampaikan bahwa kunci sukses mengikuti KKN adalah mau belajar dan mengajar, yang berarti bahwa mahasiswa melalui praktek terjun langsung ke masyarakat harus belajar dari masyarakat, dari alam sekitar, selain belajar mahasiswa juga diharapkan mampu memberikan dorongan maupun sumbangsih pemikiran (ide) kepada masyarakat sekitar guna menumbuhkan semangat untuk maju dan berkembang.

“Adik-adik peserta KKN, selama mengikuti kegiatan ini janganlah sungkan, kalau memang diperlukan dan memang kami tidak ada agenda, Pak Bupati dan Saya siap diundang untuk dijadikan pembicara atau eksibisi olahraga”, ujar Rohadi Widodo

Sementara itu, Hendra Saputra Koordinator KKN UNS melaporkan bahwa selain 152 mahasiswa UNS peserta KKN, juga terdapat 5 mahasiswa Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara yang merupakan program pertukaran mahasiswa antar kedua universitas tersebut yang akan mengikuti KKN kali ini. Adapun tema yang ditetapkan oleh UNS untuk KKN Periode Juli – Agustus adalah Pendidikan dan Kesehatan dengan sub tema Pemberdayaan UMKM, Pengembangan Wisata dan Peningkatan Produksi Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Demikian Diskominfo (ad/ft)