Stop Buang Air Besar Sembarangan, Menuju Universal Akses 2019

KOMINFO
Wakil Bupati Rohadi Widodo dan Sekretaris Daerah Samsi sebagai narasumber dalam acara Workshop Stakeholder Pencapaian Stop BABS di Hotel Taman Sari Karanganyar, Senin (10/7).

Karanganyar, 10 Juli 2017

Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah menggalakkan program Karanganyar Bebas Buang Air Besar Sembarangan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan sanitasi di lingkungan masyarakat. Program ini direncanakan rampung total termasuk program universal akses pada Tahun 2019. Sedangkan untuk Karanganyar bebas BABS sendiri November 2017 ini harus sudah rampung. Adapun dana untuk program ini dialokasikan dari APBD dan bantuan Provinsi.

Program ini diawali dengan pembangunan jamban – jamban umum untuk masyarakat. Selain itu pemerintah juga akan melakukan pendampingan perubahan perilaku buang air sembarangan. Karena saat ini pemahaman masyarakat tentang hidup sehat masih rendah, hal ini diungkapkan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo ketika memimpin Workshop Pencapaian Stop Buang Air Besar Sembarangan di Hotel Tamansari, Senin siang (10/7). Selain itu Rohadi juga mengungkapkan bahwa masih banyak jamban warga yang tidak mempunyai septictank, namun kotoran langsung dibuang kesungai. Menurutnya hal itu harus segera di beri sosialisasi, karena disamping tidak sehat juga sangat mengganggu.

Saat ini prosentase masyarakat yang sudah menggunakan jamban sehat memang sudah meninggkat. Sampai dengan Juli 2017 ini sudah 97,85% masyarakat menggunakan jamban sehat, namun hal ini perlu dipercepat karena sanitasi merupakan kebutuhan utama dalam kesehatan. Data terakhir pemerintah masih ada 11.351 KK yang masih belum memiliki jamban dengan rincian 8.753 KK masih menupang dan 2.599 KK memiliki jamban tapi tidak sehat (tanpa septictank/langsung dibuang di sungai).

Demikian DISKOMINFO (yoga/ft)