Peningkatan Produksi Gula Prioritas Pemerintah

KOMINFO
Bupati Karangnayar Juliyatmono memberikan sambutan sekaligus ucapat selamat datang kepada rombombongan Komisi IV DPRRI

Karanganyar, 8 Juni 2017

Produksi gula nasional terus mengalami penurunan tiap Tahunnya. Saat ini dari 8 Pabrik Gula (PG) milik PTPN IX (PT Perkebunan Nusantara IX) hanya tinggal 5 yang beroperasi. Hal ini menarik perhatian pemerintah untuk mengatasi masalah – masalah yang melilit produksi tebu.

Dalam hal ini Komisi IV DPRRI mengadakan kunjungan ke Pabrik Gula Tasikmadu, Kamis (8/6). Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetehaui lebih lanjut tentang problematika yang terjadi pada pengolahan gula. Pada acara ini revitalisasi pabrik merupakan pokok diskusi utama, sebagai cara untuk meningkatkan produksi gula.

Tampak hadir pada acara ini seluruh fraksi dari komisi IV DPRRI, Dirut PTPN IX, dan Dirjen Perkebunan. Dalam kesempatan ini Bupati Karanganyar Juliyatmono berkesempatan langsung menyambut rombongan.

Dalam sambutannya Bupati mengharapkan agar PG. Tasikmadu tetap difungsikan dan ditingkatkan dalam kapasitas produksinya. Lahan di sekitar Pabrik masih mendukung untuk di jadikan perkebunan tebu. “Disekitar pabrik masih banyak lahan kosong tanah kas desa juga masih luas, lahan – lahan itu masih bisa menyuplai tebu bila di optimalkan,” tutur Juliyatmono dalam sambutannya. Selain itu Juliyatmono juga menegaskan bahwa pertanian di Karanganyar merupakan penyangga kebutuhan pangan di Jawa Tengah.

Sementara itu menurut Edhy Prabowo selaku Ketua Komisi IV DPPRI pabrik gula harus di optimalkan, karena pasar sudah jelas. Untuk kebutuhan gula nasional sendiri sekitar 5 juta ton lebih, sedangkan produksi gula nasional baru mencapai 2 juta ton. Maka dari itu perlu ada peningkatan produksi untuk menutup kekurangan itu. Program utama Pemerintah saat ini adalah swasembada pangan maka dari itu peningkatan produksi gula juga merupakan prioritas Pemerintah saat ini. Demikian DISKOMINFO(yoga/irsyad)