Malaysia Butuh 2000 Tenaga Kerja Lulusan SMA/SMK

KOMINFO
Bupati Karanganyar Juliyatmono sampaikan arahannya pada acara Pelepasan Tenaga Kerja Ke Industri SMKN I Karanganyar di Gedung Wanita Karanganyar, Rabu (3/5)

Karanganyar, Rabu 3 Mei 2017

Negeri Jiran Malaysia masih membutuhkan sekitar dua ribu tenaga kerja lulusan SMA/SMK. Untuk tahun 2017 ini, Pemerintah Karanganyar akan memberangkatkan kurang lebih empat puluh anak lulusan SMA/SMK Karanganyar ke Malaysia.

Hal tersebut disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada pelepasan tamatan SMK Negeri 1 Karanganyar, Rabu (3/5/2017) di Gedung Wanita Karanganyar.

Pada kesempatan tersebut Bupati mengatakan banyak tenaga kerja terutama lulusan SMA/SMK Karanganyar yang bekerja  di Malaysia tepatnya di perusahaan-perusahaan elektronik.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karanganyar bakal memberangkatkan 2.000 lulusan SMA dan SMK ke Malaysia. Mereka nantinya bakal dipekerjakan di sebuah industri elektronik yang berada di Negeri Jiran dengan syarat minimal lulusan SMA dengan usia dibawah 18 tahun. Mereka nantinya akan digaji sekitar Rp7,5 juta perbulan  dengan beban kerja sehari sebanyak 8 jam.

“Kami selaku Pemerintah tetap akan mengawal dan memantau perkembangan tenaga kerja kita di Malaysia,”tandasnya.

Sementara itu, Sugiyanto, Kepala Cabang Sukses Mandiri Utama Jawa Tengah mengatakan perusahaan penyalur tenaga kerja ke Malaysia mengatakan  calon tenaga tidak akan dipungut biaya sepeserpun. Satu-satunya biaya dikeluarkan adalah untuk pembuatan paspor mereka masing-masing. Sedangkan untuk ketika berangkat maupun tingkat kembali ke Indonesia sudah ditanggung oleh perusahaan.

“Tenaga kerja itu nantinya akan dikontrak selama 2 tahun di Malaysia. Selama menjalani kontrak mereka akan mendapatkan mess atau penginapan secara gratis. Saat masa kontraknya habis mereka bisa diperpanjang lagi dalam waktu 2 tahun dengan perjanjian ulang,”

Demikian Diskominfo (ft/ind)