Tebu Manten Wujud Selamatan Giling PG Tasikmadu

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan satu batang tebu kepada karyawan PG Tasikmadu sebagai rangkaian acara Tebu Manten, Jumat (28/04).

Karanganyar, Jumat (28/04/2017)

Iring-iringan reog, sepasang tebu manten yang dibawa satu pria, satu wanita dengan di dandani layaknya pengantin, dan dibelakangnya sekitar 31 batang tebu, di arak dari rumah besaran menuju Rumah Dinas Administratur Pabrik Gula (PG) Tasikmadu avdeling Colomadu sejak pukul 06.00 WIB, Jumat (28/04) menandai selamatan giling.

Rombongan dalam jumlah banyak itu berjalan pelan dan sepanjang jalan masyarakat sekitar telah menunggu, dan ada pula yang mengabadikan gambar lewat telepon pintarnya. Selanjutnya, rombongan memasuki lingkungan PG Tasikmadu dari pintu utara menuju halaman tengah.

Sepasang “pengantin” yang masing-masing membawa satu batang tebu diberi nama Bagus Udahani untuk pria, yang diambilkan dari kebun Desa Karangmojo, dan Roro Manis Warastika, dari Kebun di Desa Kalijirak.

Kemudian dibawa masuk menuju halaman Rumah Dinas Administratur PG Tasikmadu. Selanjutnya, dibawa masuk ke tempat mesin giling di dalam pabrik, untuk menandai musim giling tahun 2017.

Sementara itu, Administratur PG Tasikmadu avdeling Colomadu, Teguh Agung Tri Nugroho, mengatakan acara itu sebagai selamatan giling, setiap tahun jatuh di Jumat Pon.

“Makna dari nama tebu manten itu sebagai perpaduan tebu petani dan tebu PG Tasikmadu dapat menghasilkan kristal yang manis sebanyak-banyaknya. Seperti target ditahun ini mengiling tebu 320 ribu ton dan rendemen sasaran 7,3,” kata Teguh Tri Nugroho.

Dikatakan pula, untuk revitalisasi pabrik diharapkan meningkatkan kapasitas dari 3050 ton digiling setiap hari jumlah tebu menjadi 4000 jumlahnya. Revilitalisasi itu baru dalam proses, dan sumber dana yang baru diajukan perhitungannya Rp. 350 Miliar.

“Sasaran total satu musim selama 105 hari giling, sebesar 14 ribu ton,dibandingkan tahun lalu ada kenaikan 30 persen, yang hanya 8000 ton,” katanya.

Pada acara tebu manten itu, tampak hadir Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan sejumlah tamu undangan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar.

“Secara historis berdirinya PG Tasikmadu dan Colomadu, KGPA Mangkunegoro IV sangat cerdas dar visi ekonomi karena jaman itu sudah punya pabrik sangat besar dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Bupati Karanganyar.

Bupati juga mengusulkakn pabrik ini juga dapat dijadikan tempat wisata, selain Sondokoro. Orang berwisata juga bisa masuk pabrik, melihat dari dekat mesin-mesin pengilingan gula.

“Di sisi utara pabrik nanti akan ditata lebih menarik, pasar burung juga akan dipindah berdekatan dengan Pasar Nglano,” katanya.(pd)