Konferensi Kerja PGRI Bahas Mutu Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan sambutan dalam acara Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Karanganyar Tahun Kedua Masa Bakti XXI di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu pagi (08/04)

Karanganyar, Senin 10 April 2017  

Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karanganyar mengadakan Konferensi Kerja PGRI Tahun Kedua/2016 Masa Bakti XXI di Pendopo Rumah Dinas Kabupaten Karanganyar, Sabtu pagi (08/04)

Konferensi kerja PGRI yang mengambil tema Membangkitkan Kesadaran Kolektif PGRI dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan diikuti oleh 350 peserta yang berasal dari guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK dengan agenda evaluasi kegiatan yang telah terlaksana, merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2017 dan menyusun rekomendasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi guru khususnya di Kabupaten Karanganyar

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Ketua Umum PB PGRI dan Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah

Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang memberikan sambutan sekaligus pengarahan mengatakan bahwa PGRI telah menunjukan soliditas dan solidaritas  seluruh aktivitas organisasi sangat mendukung, bersinergi dan bermitra dengan pemerintah cukup mantap dan baik di Karanganyar.

Dengan kerjasama yang baik, lulusan SD di Kabupaten Karanganyar pada tahun 2016 menjadi lulusan yang terbaik di Jawa tengah berkat kerja keras bapak ibu guru yang selalu semangat dan adanya tema besar di Kabupaten Karanganyar yaitu “Guruku Idolaku” menjadikan guru idola semua masyarakat dan anak-anak.

“Karena bapak ibu guru menjadi bagian penting pembentuk karakter bangsa, dan semuanya mengidolakan bapak ibu guru.” Kata Juliyatmono

Juliyatmono berharap prestasi pendidikan Karanganyar dipertahankan dan semakin ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Selain itu, Bupati menyampaikan kekurangan tenaga guru yang mencapai 900 orang untuk segera diatasi dengan mencabut Moratorium pengangkatan PNS sebagai guru.

“Semoga pengangkatan calon pegawai negeri sipil guru segera dibuka karena kita kekurangan tenaga guru,” tambah Juliyatmono

Sedangkan guru wiyata bakti kesejahteraannya masih belum cukup memadai karena terbentur oleh regulasi yang ada dan pemerintah berupaya melalui program-program yang telah ditentukan untuk bisa memberikan kesempatan bagi generasi selanjutnya agar bisa menjadi aparatur sipil negara (ASN) khususnya guru

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Propinsi PGRI Jawa Tengah, Widadi menyampaikan tentang jadi diri perjuangan dibentuknya PGRI, intinya semangat  mempertahankan NKRI dan mengawal cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh karena itu PGRI menjadi bagian penting unutuk mencerdaskan kehidupan bangsa

“Maka meningkatkan mutu pendidikan adalah bagian dari upaya untuk mencerdaskan bangsa secara efektif,” kata Widadi

Ketua umum PB PGRI, Unifah Rosyidi dalam pengarahannya juga menyampaikan pentingnya sebuah sistem kepemimpinan melayani yang kuat untuk membawa organisasi PGRI memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara dengan mempertahankan dan membangun integritas

“PGRI tidak hanya diakui dan dicintai anggotanya, tapi dapat menjadi organisasi yang disegani dan dihormati masyarakat yang solid dan kuat,” kata Unifah Rosyidi

Unifah mengatakan pentingnya kewibawaan organisasi untuk menjaga etika, sopan santun dan nama baik. Unifah mengajak guru-guru untuk mulai memperbarui cara-cara anggota PGRI dalam berjuang mewujudkan harapan dan keinginan organisasi

Sebagai organisasi PGRI adalah tempat bagi guru-guru yang sudah menjadi PNS maupun honorer memperjuangkan hak-haknya untuk mencapai kesejahteraan. Melalui undang-undang yang ditetapkan oleh PGRI, guru wajib mendapat kesejahteraan yang layak, guru wajib ditingkatkan kualitas dan meningkatkan kualitasnya serta guru wajib dilindungi. Demikian Diskominfo (krs/tt)