Indeks Tanam 2,2 dalam Setahun, Wabup Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sawah

 

KOMINFO
Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan arahannya pada acara Sosialisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Pendopo RD Bupati, Rabu (5/4).

Karanganyar, Rabu 5 April 2017

Berupaya menjaga kelestarian sawah di wilayah  Karanganyar agar senantiasa meningkat, terlebih dengan adanya penambahan pembangunan waduk gondang di Kerjo untuk penyaluran sumber daya air tiga puluh persen ke wilayah Mojogedang dan daerah sekitarnya, diharapkan dapat menambah indeks tanam.

Hal tersebut dikemukakan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo pada sosialisasi mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi melalui Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI), Rabu (5/4/2017) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Alhamdulillah, indeks tanam kita sampai hari ini masih 2,2 artinya dalam satu tahun rata-rata 2,2 kali tanam. Mudah-mudahan produktifitas terus meningkat dengan adanya pembangunan waduk Gondang di Kerjo dan diikuti pembangunan waduk  Jelantah, Tlobo di Jatiyoso sehingga dibawah wilayah Jatiyoso diharapkan jauh lebih makmur lagi dan lahan pertanian yang hanya dapat ditanam satu kali saja bisa menjadi dua sampai tiga kali tanam,”harap Wabup saat menyampaikan arahannya.

Lebih lanjut Wabup menjelaskan, tentunya keberadaan pupuk menjadi hal yang sangat penting. Dengan demikian dinas pertanian dan pangan untuk menindak lanjuti, agar pupuk senantiasa siap selalu, hanya saja ada beberapa kendala di wilayah atau masyarakat yang belum masuk di Gapoktan atau kelompok tani sehingga sekitar dua puluhan persen petani kita belum memiliki Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK).

“Kami berharap kelompok tani dan Gapoktan ini mampu menambah jumlah anggotanya di masing-masing wilayahnya, sehingga semuanya bisa mendapatkan RDKK, karena riil dimasyarakat dibutuhkan seperti kebutuhan pupuk dan kebutuhan tani lainnya,”terangnya.

Ia juga mengatakan dengan adanya TNI masuk untuk mengawal kedaulatan pangan ada dampak positif, kerjasama yang bagus ini untuk ditingkatkan baik di tingkat distributor, agen maupun pengecer supaya tidak ada yang menimbun ataupun memainkan pupuk.

“Kalau macem-macem menimbun, kami sampaikan kepada Dandim untuk segera di atasi. Sehingga dengan ketersediaan pupuk dapat mempermudah masyarakat meningkatkan produktifitas dan berinovasi,”tandasnya.

Ditambahkannya, di akhir tahun dan awal tahun berdasar prosentase Kementerian  Desa Tertinggal untuk bisa mengakses kawasan pertanian khususnya untuk pertanian organik. Di Karanganyar sendiri ada lima belas desa penghasil padi organik mulai dari Jenawi, Kerjo, Mojogedang, Karangpandan, Matesih.

“Ini merupakan inovasi pertanian, ada beras hitam, beras merah, beras mentik susu, beras mentik wangi dan dipasarkan di mall-mall, supermarket dengan kemasan yang bagus bisa mencapai harga 40.000 sampai 50.000 rupiah/kg nya. Begitu juga dengan sawah tidak identik menghasilkan padi, tetapi orang yang berkunjung untuk berfoto selfie di area persawahan dan ini bisa menjadi agrowisata,”imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu, mengatakan pihaknya menghimbau khususnya Dinas Pertanian untuk mendata seluruh kelompok tani maupun diluar kelompok tani guna mendapatkan RDKK.

“RDKK yang dikroscek dengan NIK, SPPT PBB baik kelompok tani maupun diluar kelompok tani,”jelasnya.

Sosialisasi tersebut menghadirkan beberapa narasumber dari Tim KP3 Provinsi Jawa Tengah, Tim komite Kartu Tani dan Produsen Pupuk Petrokimia dan Pusri Provinsi Jawa Tengah.

Demikian Diskominfo (ft/ind)