Karanganyar Wakili Jawa Tengah Lomba Posyandu Tingkat Nasional

Ketua Tim Penilai Lomba Posyandu dari TP PKK Pusat, Endang Budi Pardini (berbatik cokelat) melihat pelaksanaan Posyandu Ngudi Sehat, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar, Siti Khomsiyah Juliyatmono.

Karanganyar, Selasa (04/04/2017)

Kabupaten Karanganyar mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk Lomba Posyandu Tingkat Nasional Kategori Kabupaten. Posyandu Ngudi Sehat, di RW 24, Dukuh Gunungsari, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten berhasil maju setelah menang penilaian tingkat Provinsi Jawa Tengah pada bulan September 2016.

Untuk melihat langsung bagaimana pelaksanaan Posyandu Ngudi Sehat, Tim Penilai dari TP PKK Pusat mendatangi lokasi, Selasa (04/04) pagi.

Tampak hadir, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar, Siti Khomsiyah Juliyatmono, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar Hadiasri Widiasari Rohadi Widodo, dan pengurus.

“Kami disini datang untuk melihat langsung, cek dan ricek dari laporan yang kami terima,” kata Ketua Tim Penilai dari TP PKK Pusat, Endang Budi Pardini, saat dilokasi.

Di jelaskan olehnya, Kabupaten Karanganyar tahun 2017 ini pada Lomba Posyandu masuk enam besar nasional, bersaing dengan Kabupaten yang mewakili Provinsi Bangka Belitung, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, dan Sumatera Barat.

Sementara itu, Ketua Posyandu Ngudi Sehat, Sri Sutjiati melaporkan pelaksanaan Posyandu diadakan tanggal 9 setiap bulan. Adapun pelayanan berupa pendaftaran, penimbangan, pencatatan, penyuluhan menu makanan gizi seimbang, konsultasi ibu hamil, konsultasi pemakaian alat kontrasepsi, pelayanan pemberian vitamin A.

“Setelah penimbangan Ibu Balita diarahkan ke perkembangan kecerdasan anak.  Anak balita di ajarkan cuci tangan, tumbuh kembang balita, berinteraksi, juga mengenal warna,” katanya.

Kemudian pemberian gizi seimbang bagi balita dilanjutakan penyuluhan dari Disdukcapil Kabupaten Karanganyar bahwa ibu yang habis melahirkan bisa dibantu dibuatkan akta kelahiran.

“Apabila ada balita yang tidak bisa datang pada hari H, ada kader kami yang datang kerumah, menanyakan kenapa tidak datang, apakah sakit, jadi mengetahui penyebabnya,” katanya.(pd)