Guruku Idolaku, Menjadikan Guru Sebagai Idola Anak-Anak

Sambutan Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Dalam Acara Kunjungan Kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Klaten, Selasa siang (04/04)

Karanganyar, Selasa 4 April 2017

Guruku Idolaku, menjadikan guru sebagai idola anak-anak yang menginspirasi, menggembirakan dan menyenangkan yang membuat anak-anak semakin bersemangat. Hal itu disampaikan Bupati Karanganyar dalam sambutannya di acara kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Klaten, Selasa siang (04/04) di Ruang Podang 1 Kantor Bupati Karanganyar

Program Guruku Idolaku yang dibuat adalah sebagai sarana agar guru-guru yang berada di sekolah tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK menjadi idola dan teladan. Melalui program Guruku Idolaku akan dibuat seleksi guru yang terbaik dan berprestasi akan diberikan penghargaan bagi guru yang terpilih.

“Di samping menjadi idola, guru kita seleksi. Guru yang terbaik akan kita beri penghargaan,” kata Juliyatmono

Lebih lanjut Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan visi dan misi pemerintah Karanganyar untuk memberikan pendidikan gratis mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK sederajat yang dibantu dengan diberikan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) di luar biaya personal seperti seragam dan sepatu

Pendidikan gratis sebagai sarana tanggung jawab pemerintah untuk memberikan pendidikan  kepada seluruh masyarakat Karanganyar. Selain itu, dengan pendidikan gratis relatif meningkatkan angka partisipasi sekolah yang cukup tinggi. Di samping daya beli masyarakat bergerak lebih cepat, karena beban orang tua sebenarnya adalah biaya sekolah.

“Kalau biaya sekolah ditanggung pemerintah, biaya hidup masyarakat akan lebih mudah dan merasa terbantu.” Kata Juliyatmono

Biaya hidup masyarakat menjadi ringan dengan adanya program pendidikan gratis, sekarang masyarkat tidak perlu lagi memikirkan biaya bulanan dan uang gedung sekolah. Bupati menambahkan pemerintah akan memberikan penghargaan kepada siswa/siswi lulusan SMA/SMK yang diterima di perguruan tinggi negeri.

Sementara itu, Edi Sasongko selaku ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Klaten menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan yang bertujuan untuk belajar tentang pendidikan gratis di Karanganyar dan juga mencari tahu bagaimana program “Guruku Idolaku yang berada di Karanganyar.

Edi Sasongko mengatakan bahwa di Komisi IV DPRD Kabupaten Klaten yang mengurusi bidang pendidikan banyak menerima pengaduan dari orang tua murid terkait dana dan biaya sekolah di Kabupaten Klaten. Kendala yang berada di Klaten, karena banyak orang tua yang salah paham terkait pendidikan gratis.

“Untuk biaya personal kelengkapan sekolah adalah tanggung jawab orang tua, hanya biaya operasional sekolah dibantu pemerintah.” Kata Sasongko

Kegiatan yang meliputi kegiatan ekstrakurikuler juga menjadi tanggung jawab orang tua. Edi menjelaskan di Kabupaten Klaten sendiri masih kekurangan tenaga guru SD dan masih banyak guru honorer yang belum menjadi PNS.

Dari Komisi IV DPRD Kabupaten Klaten menanyakan mengenai cara penyaluran dana BOS ke sekolah-sekolah. Kabid anggaran badan keuangan daerah Karanganyar, Pujiyanto menyampaikan bahwa dana BOS disalurkan melalui transfer ke rekening sekolah.

Edi Sasongko beserta rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Klaten akan menerapkan apa yang didapatkan dari pemerintah Kabupaten Karanganyar ke Kabupaten Klaten. Demikian Diskominfo (krs/tt/adt)