Doa Bersama Ujian Nasional SMA/SMK

DISKOMINFO
Bupati Karanganyar, Juliyatmono (tengah) menyampaikan sambutan pada acara Doa Bersama Pelaksanaan Ujian Nasional SMA/SMK, Minggu malam, 2/4/2017
Karanganyar, 2 April 2017
Doa merupakan usaha untuk berserah diri kepada Yang Mahakuasa. Untuk mempersiapkan diri dalam melaksanakan kegiatan, usaha atau pekerjaan akan sangat baik apabila diawali dengan doa. Karena itu dalam rangka pelaksanaan Ujian Nasional SMA/SMK Senin besok diselenggarakan Doa Bersama di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar Minggu malam, 2 April 2017.
Acara yang digagas DISDIKBUD ini dimaksudkan untuk ikut mendukung pelaksanaan Ujian Nasional SMA/SMK supaya berjalan lancar, tertib dan tanpa kendala yang berarti. Acara diawali dengan Sholat berjemaah yang dipimpin oleh Musta’in Ahmad, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar.
Hadir dalam acara tersebut Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Sekretaris Daerah, Kepala OPD, Camat dan Kepala SMA/SMK se Kabupaten Karanganyar.
Dalam laporannya Tarsa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar menyampaikan bahwa Ujian Nasional untuk SMK diselenggarakan mulai Senin-Kamis, 3-6 April 2017. UN untuk SMA mulai Senin-Kamis, 10-13 April 2017.  Ada 35 (tiga puluh lima) SMK di Kabupaten Karanganyar yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Untuk SMA ada 27 SMA yang menyelenggarakan Ujian Nasional, sedangkan yang memakai UNBK baru sejumlah 19 (sembilan belas) SMA. Meskipun SMA/SMK sekarang ini menjadi kewenangan pemerintah Provinsi tetapi para muridnya tetap merupakan anak-anak kita sehingga tidak salah apabila saat ini kita ikut memperhatikan pelaksanaan ujian anak-anak SMA/SMK kita.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutannya menyatakan harapannya supaya anak-anak SMA/SMK kita yang besok akan mengikuti Ujian Nasional bisa memperoleh hasil terbaik tingkat nasional maupun Provinsi.
“Tidak ada bekal yang lebih baik bagi anak-anak kita selain ilmu supaya masa depan mereka lebih baik. Kita, para orang tua hanya sebagai fasilitator, mediator dan jembatan bagi mereka menuju hari esok yang lebih baik. Bangsa dan negara kita nantinya adalah milik mereka. Kita doakan supaya anak-anak kita lebih pintar daripada kita,” kata Juliyatmono.
“Tak kalah penting adalah supaya mereka lebih beretika, lebih berkarakter dan tetap mengingat jasa bapak/ibu guru, serta menghargainya. Maka dari itu penting bagi bapak/ibu guru untuk mengajar dan mendidik anak-anak dengan ikhlas,” imbuh Juliyatmono.
Mengenai SMA/SMK yang sekarang ini menjadi  kewenangan pemerintah Provinsi, Juliyatmono menghimbau supaya para Kepala Sekolah SMA/SMK tetap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar.
“Kita akan petakan kebutuhan-kebutuhan sekolah. Saya akan sampaikan ke Kementerian Pendidikan dengan upaya-upaya untuk memperbarui, meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan supaya pendidikan anak-anak lebih baik,” kata Juliyatmono. Demikian Diskominfo (kris/pd/rz)