Hindari Tuberculosis Dengan Perilaku Hidup Bersih

Penyuluhan masyarakat upaya pencegahan penyakit tuberculosis untuk memutus mata rantai penyakit tersebut , Rabu (29/03) pagi.

Karanganyar, Rabu (29/03/2017)

Penyakit Tuberculosis (TB) dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih di masyarakat. Tak hanya bagi yang menderita, namun juga yang tidak terkena penyakit itu.

“Bagi yang sudah terkena TB, sebaiknya rutin dan patuh berobat sampai benar-benar sembuh. Jangan sampai terputus pengobatannya. Yang penting juga berperilaku hidup sehat,” kata Petugas Program TB Paru Puskesmas Karanganyar, Sigit Wijiyanto, saat acara Penyuluhan TB Paru bagi Ketua RT dan RW se Kelurahan Bejen, Rabu (29/03) pagi, di Kantor Kelurahan tersebut.

Sigit menjelaskan, maksud mengobati sampai sembuh dengan cara minum obat teratur, tidak berhenti minum obat (jangan sampai obat habis lalu tidak minum sehari/ dua hari), dan minum obat hingga tuntas sampai waktu yang ditentukan dokter.

“Lama pengobatan fase intensif diberikan setidaknya selama enam bulan hingga sembilan bulan, tergantung berat ringannya penyakit TB paru tersebut. Ada fase lanjutan dengan tiga macam obat ” kata Sigit.

Dia juga menjelaskan, tanda dan gejala TB antara lain kehilangan berat badan, dahak berdahak, demam lebih dari satu bulan, sesak dan nyeri dada, berkeringat malam hari, badan lemah dan lesu, dan batu berdahak lebih dari dua minggu.

“Segera periksa ke puskesmas terdekat jika ada gejala seperti itu, tiga gejala saja segera diperiksa,” katanya.

Upaya pencegahan dengan memberikan penyuluhan ini untuk memutus mata rantai penyebaran itu. Dia juga mengatakan menutup mulut saat bersin dan batuk, tidak meludah disembarang tempat, meludah tapi tempat yang di isi sabun atau karbol juga mencegah penularan penyakit itu.

Memakai masker hidung juga disarankan saat di rumah sakit, sebagai upaya pencegahan masuknya virus penyakit.“Saya mengajak untuk hidup bersih, hidup sehat diri sendiri dan lingkungan,” katanya. (pd)