325 Guru Ikuti Diklat Nasional Karya Inovatif

KOMINFO
Bupati Karanganyar Juliyatmono saat membuka acara Diklat Pembuatan Karya Inovatif IDI di Gedung IPHI Karanganyar Senin (27/3).

Karanganyar, Rabu 29 Maret 2017

Dalam rangka peningkatan guru dalam pembuatan karya inovatif, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Karanganyar menggelar Diklat Pembuatan Karya Inovatif Berbasis IT, Senin siang (27/3/2017) kemarin di Gedung IPHI Bejen, Karanganyar.

Diklat karya inovatif yang diikuti kurang lebih tiga ratus dua puluh lima guru se Karanganyar ini bekerjasama dengan LPMP Jawa Tengah dan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

Diharapkan dari kegiatan ini para tenaga pendidik mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam mempersiapkan materi pembelajaran baik secara konvensional maupun berbasis teknologi informasi.

Dalam kegiatan ini selain menghadirkan beberapa Narasumber untuk menyampaikan materi juga dihadiri Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Karanganyar menyatakan kegiatan Diklat ini bertujuan memfasilitasi para pendidik dalam pengembangan media pembelajaran berbasis IT, membekali tenaga pendidik tentang konsep dan media ajar serta membimbing tenaga pendidik dalam menyiapkan materi pembelajaran.

“Ada tiga ratus lebih guru sekolah dasar sampai menengah se Karanganyar yang hadir mengikuti diklat. Saat ini para pendidik dituntut harus inovatif sehingga mutu pendidikan meningkat,”ujarnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar mengapresiasi kegiatan Diklat yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Karanganyar. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi media pembelajaran tenaga pendidik melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional.

“Guru harus mampu berinovasi, terlebih perhatian pemerintah terhadap guru sangat besar sehingga para pendidik pun harus dapat tetap profesional mengikuti perkembangannya,”tuturnya.

Lebih lanjut Juliyatmono mengatakan para guru saat ini juga harus melek teknologi. Karena saat ini semua telah banyak berjalan secara online baik metode pembelajaran hingga pengumpulan berkas.

“Sekarang serba internet. Guru pun harus bisa memanfaatkan teknologi informasi ini untuk pengembangan diri serta meningkatkan mutu pengajaran kepada siswa,”pungkasnya.

Demikian Diskominfo (ft/ind)